Stop! Kasus Bullying Anak Kebutuhan Khusus, Lakukan Ini

Chaerunnisa, Risna Halidi

Senin, 17 Juli 2017 | 15:25 WIB
Stop! Kasus Bullying Anak Kebutuhan Khusus, Lakukan Ini
Ilustrasi anak obesitas diolok-olok (bullying) oleh teman-temannya. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah video berjudul "lemparan tong sampah maut" yang beredar luas di media sosial kini mengundang banyak perhatian masyarakat. Pasalnya, diduga seorang mahasiswa dengan autisme diganggu secara beramai-ramai oleh teman-temannya di lingkungan kampus tempat korban dan pelaku menuntut ilmu.

Hal tersebut tidak hanya membuat banyak masyarakat geram dan mengutuk tindakan tak manusiawi itu. Dilihat dari segi psikologis, seorang psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Mellissa Grace, M.Psi., menyayangkan kejadian tersebut dan melihat fenomena bullying sudah semakin parah dan berbahaya.

"Ini harus segera dihentikan. Tetapi bukan hanya pada anak berkebutuhan khusus saja. Bahwa pada anak dengan perkembangan normal pun, sering kita temukan berita-berita tentang bullying, dan bahkan cerita-cerita sampai (korban) meninggal dunia," kata Mellissa kepada Suara.com.

Kasus tersebut menurut Mellissa, semakin rumit karena korban perundungan adalah seorang anak dengan kebutuhan khusus, di mana korban akan kesulitan menyampaikan masalah kepada orang terdekat atau bahkan sekadar melampiaskan rasa kesal.

"Misal anak dengan autisme. Ciri utama anak dengan autisme adalah adanya hambatan komunikasi baik secara verbal maupun non-verbal. Jadi jika anak dengan perkembangan normal di-bully, dia bisa mengadu kepada mamanya, mengadu ke gurunya, dia bisa lawan balik untuk melampiaskan dan mengekspresikan amarahnya," ungkapnya.

Namun, lanjut Mellissa, hal berbeda akan terjadi pada anak dengan autisme yang ketika memiliki rasa kesal dan amarah akan menunjukkan sesuatu dengan cara yang berbeda.

"Sehingga bagi orang-orang yang tidak terbiasa dengan anak-anak dengan kebutuhan khusus, terkesannya akan aneh dan semakin memunculkan niatan orang-orang yang hobi bullying sebagai alasan, yang sebenarnya tidak bisa dibenarkan," lanjut psikolog sekaligus mantan artis cilik tersebut.

Sebagai seorang psikolog, Mellissa melihat pentingnya komitmen dari figur otoritas seperti pihak sekolah, kampus maupun pemerintah untuk menerapkan nol toleransi kepada tindakan-tindakan perundungan.

"Penting adanya tindakan antisipatif dibanding kuratif, jadi jangan menunggu kejadian terlebih dahulu baru melakukan perubahan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Guru Anak Berkebutuhan Khusus, Sabar dan Perjuangan Ekstra

Cerita Guru Anak Berkebutuhan Khusus, Sabar dan Perjuangan Ekstra

News | Senin, 17 Juli 2017 | 15:07 WIB

Kisah Ibu Penuh Kesabaran Bimbing Putri Berkebutuhan Khusus

Kisah Ibu Penuh Kesabaran Bimbing Putri Berkebutuhan Khusus

News | Senin, 17 Juli 2017 | 14:43 WIB

Mahasiswa Kebutuhan Khusus Gundar Di-Bully, Kemensos Turun Tangan

Mahasiswa Kebutuhan Khusus Gundar Di-Bully, Kemensos Turun Tangan

News | Senin, 17 Juli 2017 | 13:30 WIB

Bully Mahasiswa Gundar Berkebutuhan Khusus, Apa Kata Psikolog?

Bully Mahasiswa Gundar Berkebutuhan Khusus, Apa Kata Psikolog?

News | Senin, 17 Juli 2017 | 13:09 WIB

Pelaku Bulling Mahasiswa Gundar Berkebutuhan Khusus Minta Maaf

Pelaku Bulling Mahasiswa Gundar Berkebutuhan Khusus Minta Maaf

News | Senin, 17 Juli 2017 | 11:46 WIB

Akan Ada "Kejutan" untuk Korban Bullying di Gunadarma Pagi Ini

Akan Ada "Kejutan" untuk Korban Bullying di Gunadarma Pagi Ini

News | Senin, 17 Juli 2017 | 08:05 WIB

Penyandang Disabilitas Juga Bisa Bekerja di Dunia Perhotelan

Penyandang Disabilitas Juga Bisa Bekerja di Dunia Perhotelan

Lifestyle | Kamis, 20 April 2017 | 15:39 WIB

Awas! Jangan Sebut Anak dengan Label 'Anak Nakal', Ini Bahayanya

Awas! Jangan Sebut Anak dengan Label 'Anak Nakal', Ini Bahayanya

Health | Senin, 06 Februari 2017 | 07:31 WIB

Jangan Paksa Anak Belajar di Sekolah Seharian

Jangan Paksa Anak Belajar di Sekolah Seharian

Lifestyle | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 09:24 WIB

Ini Dampak Negatif "Full Day School" bagi Anak

Ini Dampak Negatif "Full Day School" bagi Anak

Lifestyle | Rabu, 10 Agustus 2016 | 20:56 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB