Bahan Kimia Berbahaya Terdeteksi di Bubuk Makaroni dan Keju

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 17 Juli 2017 | 18:00 WIB
Bahan Kimia Berbahaya Terdeteksi di Bubuk Makaroni dan Keju
Ilustrasi keju cheddar. [Shuttestock]

Suara.com - Apakah kamu salah satu dari banyak orang yang menyukai makaroni dan keju? Jika demikian, kamu mungkin harus berpikir ulang.

Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya konsentrasi tinggi kandungan bahan kimia berbahaya yang dikenal sebagai phthalate dalam bubuk makaroni dan keju.

Dalam studi kecil tersebut, para periset menganalisis 30 produk keju berbeda apakah terdapat kandungan phthalate atau tidak. Phthalate merupakan sejenis plastik yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan sulit dipecahkan.

Analisis yang dilakukan oleh Coalition for Safer Food Processing & Packaging, sebuah kelompok di belakang KleanUpKraft.org dan kelompok advokasi kesehatan lingkungan, mengungkapkan adanya kadar phthalate empat kali lebih tinggi pada bubuk makaroni dan keju.

Hal tersebut ditemukan dalam 29 dari 30 produk yang diuji. Analisis juga menunjukkan bahwa keju alami memiliki kadar kimia terendah, sedangkan produk keju olahan memiliki kadar kimia tertinggi.

Phthalate dapat ditemukan pada sejumlah peralatan rumah tangga dan produk perawatan pribadi seperti sabun, semprotan rambut, cat kuku, jas hujan, deterjen dan lantai. Bahan kimia ini tidak dimaksudkan untuk dicampur dengan makanan.

Namun, biasanya, phthalate berhasil masuk ke dalam tubuh melalui benda-benda seperti pembersihan tubuh, kosmetik dan produk perawatan pribadi lainnya. Beberapa phthalate juga telah dilarang digunakan pada mainan dan produk anak-anak.

Bahan kimia ini diyakini dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan ibu hamil dan anak-anak. The Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan bahwa efek kesehatan manusia dari paparan kadar rendah bahan kimia tersebut masih belum tidak diketahui meski beberapa phthalate telah mengubah sistem reproduksi hewan ternak. Dikatakan juga, penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai bagaimana phthalates dapat memengaruhi kesehatan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salah Kaprah! Sering Makan Keju Berisiko Terserang Penyakit Ini

Salah Kaprah! Sering Makan Keju Berisiko Terserang Penyakit Ini

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 14:00 WIB

Studi: Keju Bisa Cegah Kanker Hati

Studi: Keju Bisa Cegah Kanker Hati

Health | Minggu, 30 April 2017 | 19:49 WIB

Keju Cheddar Bisa Bantu Hidup Lebih Lama?

Keju Cheddar Bisa Bantu Hidup Lebih Lama?

Lifestyle | Kamis, 27 April 2017 | 12:20 WIB

Begini Cara Menyimpan Keju Agar Tahan Lama dan Tak Keras

Begini Cara Menyimpan Keju Agar Tahan Lama dan Tak Keras

Lifestyle | Jum'at, 17 Februari 2017 | 19:38 WIB

Doyan Makan Keju? Rasakan Manfaat Menakjubkan Ini

Doyan Makan Keju? Rasakan Manfaat Menakjubkan Ini

Health | Selasa, 13 Desember 2016 | 11:29 WIB

Keju Bisa Melawan Kanker?

Keju Bisa Melawan Kanker?

Health | Selasa, 19 Januari 2016 | 19:58 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB