Ngeri, Ini Efek Racun Ular Berbisa Terhadap Tubuh Manusia

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 16 Agustus 2017 | 19:36 WIB
Ngeri, Ini Efek Racun Ular Berbisa Terhadap Tubuh Manusia
Ilustrasi tangan terluka karena gigitan ular berbisa. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa foto-foto mengerikan korban gigitan ular berbisa tersebar di Group Facebook 'Faculty of Veterinary Medicine'. Foto tersebut menunjukkan apa yang akan terjadi, jika korban tidak langsung mendapat perawatan yang memadai setelah terjadi serangan.

Foto-foto tersebut memperlihatkan bagaimana bagian tubuh seperti tangan dan kaki yang terkena gigitan lama-lama menghitam dan menciut.

Awalnya, sesaat setelah gigitan, hanya terlihat seperti luka kecil biasa. Namun, menurut ahli wabahologi kelahiran AS, Dr. Bryan Fry, gigitan seperti ini dapat menyebabkan kematian sel dalam beberapa jam. Dan itulah yang terjadi pada orang di foto ini.

"Jenis ular itu, ular berbisa tajam dan memiliki racun yang menghancurkan jaringan," kata Dr. Fry pada news.com.au.

Alasannya, lanjut dia, ular membunuh mangsanya dengan sengatan hemoragik, di mana beberapa bagian racun akan merusak dinding pembuluh darah. "Sementara bagian lain menghancurkan kemampuan darah untuk menggumpal, menyebabkan keadaan pendarahan internal masif pada mangsanya," ungkap Dr. Fry.

Dr. Fry yang juga Profesor Associate School of Biological Sciences di University of Queensland, mengatakan ini adalah ular Cina, antivenom pada gigitan seperti ini mungkin sulit didapat di daerah terpencil.

"Biasanya ular ini adalah koleksi ayau peliharaan pribadi di suatu tempat, atau kemungkinan juga ada di antara kebun binatang terdekat," jelasnya.

Dr. Fry juga mempelajari berbagai jenis racun dan potensi penggunaannya untuk pengembangan obat. Ia mengatakan bahwa pembengkakan dan pemotoran masif akan muncul dalam hitungan jam, sementara jaringan besar akan mati dalam satu atau dua hari.

"Jari atau seluruh tangan mungkin harus diamputasi 3-4 hari setelah Anda tergigit. Bagian lain dari tubuh juga mungkin akan terkena, seperti ginjal, yang secara khusus mengganggu fungsinya sehingga korban mungkin akan menjalani dialisis selama sisa hidup mereka," ungkap dia.

Pada 2014, sebuah foto dari seorang gadis berusia 13 tahun muncul. Foto itu memperlihatkan kakinya terkoyak dan benar-benar menghitam setelah digigit ular.

Dia juga mengalami kematian dini sel-sel yang menyebabkan jaringan kakinya mati. Menurut pengguna Instagram yang memasang gambar tersebut, gadis muda tersebut diobati dengan menggunakan pengobatan tradisional, hingga akhirnya dipindahkan ke ibu kota Venezuela untuk perawatan medis darurat sebulan kemudian.

Deskripsi Instagram yang ditulis oleh Dr. Moreno Castillo, seorang ahli bedah yang mengkhususkan diri pada trauma dan ortopedi di Universitas Pusat Venezuela dan Rumah Sakit Universitas Caracas ini mengakui, bahwa pasien tersebut juga menderita siku yang patah akibat kejadian dengan ular tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisa Ular Langka Ini Jadi Pereda Nyeri Lebih Baik dari Opium

Bisa Ular Langka Ini Jadi Pereda Nyeri Lebih Baik dari Opium

Health | Rabu, 02 November 2016 | 09:54 WIB

Wajah Perempuan Ini Bengkak Karena 'Botox' Bisa Ular

Wajah Perempuan Ini Bengkak Karena 'Botox' Bisa Ular

Health | Senin, 02 Februari 2015 | 20:30 WIB

Studi: Bisa Ular, Kalajengking, dan Lebah Mampu Bunuh Sel Kanker

Studi: Bisa Ular, Kalajengking, dan Lebah Mampu Bunuh Sel Kanker

Tekno | Selasa, 12 Agustus 2014 | 05:33 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB