Vape Bantu Orang Berhenti Merokok?

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 20 Agustus 2017 | 12:27 WIB
Vape Bantu Orang Berhenti Merokok?
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika berbicara tentang manfaat dan risiko rokok elektronik atau vape, para ahli dan perokok sama-sama tidak dapat menyetujui banyak hal.

Apakah rokok elektronik merupakan alternatif "lebih sehat" dari rokok tradisional? Dapatkah rokok elektronik membantu Anda benar-benar berhenti merokok? Benarkah rokok elektronik ini adiktif?

Sejauh ini, penelitian tentang rokok elektronik seakan memiliki dua sisi, antara baik dan buruk. Setiap beberapa bulan, sebuah studi muncul yang bertentangan dengan pendahulunya.

Contoh kasusnya, pada 2016 peneliti menerbitkan penelitian yang menunjukkan para perokok elektronik, 28 persen lebih kecil kemungkinannya berhenti merokok daripada perokok yang tidak menggunakan vape. Kini, lebih dari setahun kemudian, sebuah penelitian baru muncul dengan kesimpulan berlawanan.

Menurut sebuah studi dari Columbia Mailman School of Public Health yang diterbitkan dalam jurnal Addictive Behaviors, lebih dari separuh pengguna rokok elektronik di Amerika, telah berhenti menghisap rokok tradisional dalam lima tahun terakhir, di bandingkan dengan 28 persen perokok dewasa yang belum pernah menggunakam rokok elektronik sebelumnya.

Dengan menggunakan data dari Survei Kesehatan Nasional 2014 dan 2015 (sampel terhadap perokok saat ini dan mantan perokok yang berhenti pada tahun 2010 atau yang lebih baru), para periset menemukan bahwa penggunaan rokok elektronik sehari-hari sebenarnya adalah prediktor terkuat untuk berhenti merokok.

Orang-orang yang menggunakan vape sesekali sebenarnya juga cenderung berhenti merokok.

"Sementara pertanyaan mengenai keefektifan rokok elektronik untuk penghentian merokok tetap ada, temuan menunjukkan, bahwa seringnya menggunakan rokok elektronik juga dapat memainkan peran penting dalam penghentian atau pencegahan keinginan merokok untuk beberapa perokok," kata Daniel Giovenco, Ph.D., seorang pemimpin Penulis studi dan asisten profesor ilmu sosiomedis.

Pada akhirnya (setelah memperhitungkan berbagai faktor pengendali seperti keinginan untuk berhenti, pencapaian pendidikan, asuransi kesehatan, dan usia), penelitian tersebut menemukan probabilitas seseorang yang berhenti merokok tradisional tiga kali lebih tinggi jika mereka sering menggunakan rokok elektronik, di bandingkan dengan non-rokok elektronik.

Terlepas dari apakah Anda menggunakan rokok elektronik untuk membantu berhenti merokok tradisional atau hanya mematikan kebiasaan mengonsumsi nikotin, mereka yang sama sekali tidak merokok dilaporkan secara statistik lebih bahagia, dan lebih kaya. (Mensfitness)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

YPKPI Akan Teliti Dampak Rokok Elektrik Pada Rongga Mulut

YPKPI Akan Teliti Dampak Rokok Elektrik Pada Rongga Mulut

Health | Minggu, 13 Agustus 2017 | 11:39 WIB

"Vape Bukan Rokok Elektrik, Solusi Berhenti Merokok"

"Vape Bukan Rokok Elektrik, Solusi Berhenti Merokok"

Health | Rabu, 09 Agustus 2017 | 21:49 WIB

Temuan Terbaru tentang Bahaya Rokok Elektrik

Temuan Terbaru tentang Bahaya Rokok Elektrik

Health | Selasa, 13 Juni 2017 | 16:43 WIB

Studi: Vape Justru Tingkatkan Kebiasaan Merokok Konvensional!

Studi: Vape Justru Tingkatkan Kebiasaan Merokok Konvensional!

Health | Jum'at, 12 Mei 2017 | 14:58 WIB

Bisnis Liquid Vape Ganja yang Bisa Bikin Fly Terbongkar

Bisnis Liquid Vape Ganja yang Bisa Bikin Fly Terbongkar

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 19:21 WIB

Vape Meledak, Lelaki Ini Alami Luka Bakar Parah

Vape Meledak, Lelaki Ini Alami Luka Bakar Parah

Lifestyle | Kamis, 02 Maret 2017 | 07:00 WIB

Hati-hati, Vape Bisa Meningkatkan Risiko Stroke!

Hati-hati, Vape Bisa Meningkatkan Risiko Stroke!

Health | Sabtu, 25 Februari 2017 | 14:40 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB