Ahli Nutrisi: Makan Daging Cukup Selebar Telapak tangan

Ririn Indriani

Jum'at, 01 September 2017 | 10:04 WIB
Ahli Nutrisi: Makan Daging Cukup Selebar Telapak tangan
Ilustrasi. (Sumber: Shuttertsock)

Suara.com - Hari Raya Idul Adha identik dengan pesta makan daging kurban yang membuat orang cenderung makan daging berlebihan. Menanggapi hal ini, ahli nutrisi dr Tan Shot Yen menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging secara berlebih dan cukup hanya selebar telapak tangan untuk menghindari kandungan lemak jenuh yang berlebih.

"Semua yang berlebih tentu tidak baik. Tidak makan daging pun stok lemak tubuh sudah banyak. Protein secukupnya, selebar telapak tangan, jika berlebih, ginjal kerja keras. Kasihan," kata dokter Tan seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Dia mengatakan dalam daging kambing dan sapi terkandung lemak jenuh yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebih. Tan juga mengungkapkan lemak dari gajih hewan merupakan kalori paling tinggi yang sangat lambat dicerna dan menyebabkan gemuk.

Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengontrol porsi makan daging kurban dengan memperhatikan porsinya. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan pada 2013, kebutuhan protein dewasa rata-rata 65 gram per orang dalam sehari. Daging dapat dikonsumsi dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Selain itu perhatikan pula cara memasak daging yang sebaiknya dimasak secara matang sempurna. Daging yang digoreng akan menambah kadar lemak dari minyak goreng, sedangkan jika dibakar akan berisiko menambah zat karsinogenik penyebab kanker.

Tan menganjurkan sebaiknya memasak daging dengan cara direbus dan dikonsumsi bersama dengan sayur dan buah agar memenuhi gizi seimbang. Ia menambahkan agar masyarakat biasakan memilih area daging yang kurang berlemak seperti area perut, apalagi jeroan.

"Tipsnya, bagi daging ke dalam beberapa kantung plastik setelah dicuci bersih, kemudian masukkan ke 'freezer'. Tidak harus semua dimasak sekaligus," kata dokter Tan.

Dia juga mengingatkan agar daging yang dimasak menggunakan santan sebaiknya dimakan sekali habis. "Jangan dihangatkan apalagi dimasak kembali. Santannya sudah tidak sehat," kata Tan.

Dokter Tan kembali mengingatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan makan disertai sayur, lalapan dan buah. Akan jauh lebih sehat jika mengonsumsi nasi merah atau beras coklat tumbuk. Serta memilih karbohidrat tinggi serat yang berwarna-warni seperti umbi-umbian.

"Perlu protein nabati, tempe tahu misalnya. Tidak terkena suhu tinggi langsung, lupakan memasak dengan cara dibakar dan digoreng. Jangan lupa pula makan ikan. Apa yang ada di ikan, tidak ada dalam daging merah," jelas dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Protein Hewani Vs Protein Nabati, Mana yang Bikin Panjang Umur?

Protein Hewani Vs Protein Nabati, Mana yang Bikin Panjang Umur?

Health | Rabu, 12 Juli 2017 | 21:00 WIB

Awas! Penyakit Ini Incar Perempuan yang Sering Makan Daging

Awas! Penyakit Ini Incar Perempuan yang Sering Makan Daging

Health | Rabu, 16 November 2016 | 08:25 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Berhenti Makan Daging

Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Berhenti Makan Daging

Health | Senin, 07 Desember 2015 | 07:13 WIB

Terkini

Investasi SDM Mutlak Diperlukan di Tengah Semakin Kerasnya Persaingan Global

Investasi SDM Mutlak Diperlukan di Tengah Semakin Kerasnya Persaingan Global

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh

Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:03 WIB

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

×