Makin Banyak Lelaki Tunda Miliki Anak, Mengapa?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Sabtu, 09 September 2017 | 18:44 WIB
Makin Banyak Lelaki Tunda Miliki Anak, Mengapa?
Ilustrasi ayah dan anaknya. (Shutterstock)

Suara.com - Kini perempuan bukan satu-satunya pihak yang kerap menunda memiliki anak di Amerika Serikat (AS). Menurut sebuah studi Human Reproduction, usia rata-rata lelaki menjadi ayah juga semakin meningkat tiga setengah tahun selama empat dekade terakhir.

Usia rata-rata lelaki menjadi ayah pada saat kelahiran anak di Amerika pernah meningkat dari 27,4 pada 1974 menjadi 30,9 pada 2015.

Selama periode yang sama, persentase ayah berusia di atas 40 ketika anak-anak mereka lahir lebih dari dua kali lipat dari 4,1 persen menjadi 8,9 persen. Selain itu, persentase usia ayah lebih dari 50 tahun tumbuh dari 0,5 persen menjadi 0,9 persen.

Data kelahiran hidup tersebut diambil oleh pemerintah AS dari 1972 hingga 2015 dengan total hampir 169 juta kelahiran bayi. Terlepas dari pendapatan, etnis atau di mana mereka tinggal, lelaki keturunan Jepang dan Vietnam-Amerika adalah yang tertua secara keseluruhan saat mereka memiliki anak.

Rata-rata dari mereka berusia 36 tahun saat kelahiran anak pertama. Selain itu, semakin banyak ayah dengan tingkat pendidikan tinggi, biasanga semakin besar kemungkinan mereka untuk memiliki anak di usia lebih tua dengan rata-rata usia 33,3 tahun.

Sebelumnya, telah banyak penelitian mendokumentasikan pertumbuhan usia ibu melahirkan. Penulis Dr. Michael Eisenberg, asisten profesor urologi di Universitas Stanford, juga mengatakan sampai saat ini hanya ada sedikit data tentang peningkatan usia laki-laki yang menjadi ayah.

Dari sudut pandang kesuburan, laki-laki bisa 'menghasilkan' anak jauh lebih besar daripada perempuan meski sudah berumur. Ayah termuda dalam penelitian ini adalah 11 tahun dan yang tertua berusia 88 tahun. Bahkan Eisenberg mengatakan ada sebuah dokumentasi tentang seorang laki-laki di India yang menjadi ayah pada usia 94 dan 96 tahun.

Namun kenaikan usia saat lelaki menjadi ayah masih bisa berimplikasi pada masyarakat juga kesehatan masyarakat. "Saya pikir ada baiknya memiliki ayah yang menunggu lebih lama untuk memiliki anak," kata Eisenberg dilansir Time.

Sisi positifnya, kata dia, mungkin lelaki jadi lebih terdidik, lebih baik mengatur karirnya, dan memiliki lebih banyak sumber daya dan berpotensi lebih banyak waktu untuk mencurahkan perhatian pada anak-anaknya.

Di sisi lain, laki-laki mendapatkan sekitar dua mutasi baru dalam DNA sperma mereka dalam setiap tahun. Belum jelas apakah mutasi tersebut berdampak pada anak-anaknya. Namun beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara ayah yang lebih tua dan tingkat autisme, penyakit jiwa, beberapa kanker anak-anak yang lebih tinggi, dan kondisi genetik yang jarang terjadi pada anak-anak mereka.

Perempuan dengan pasangan laki-laki yang lebih tua juga cenderung memiliki tingkat keguguran yang lebih tinggi, dan mungkin memiliki waktu yang lebih sulit untuk hamil.

"Hal-hal ini lebih memprihatinkan pada tingkat populasi daripada pada tingkat individu," kata Eisenberg.

Studi terbaru juga melihat peningkatan usia rata-rata ibu. Usia ibu telah meningkat bahkan lebih dari usia ayah dalam empat dekade terakhir dari 24,7 di tahun 1972 menjadi 28,6 pada tahun 2015.

Eisenberg mengatakan alasan mengapa laki-laki biasanya menunda memiliki anak kemungkinan sama dengan alasan perempuan yaitu mengenal alat kontrasepsi, juga pasangan yang berpikir tentang karir dan memutuskan untuk memulai keluarga mereka nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas! Pasta Gigi Bisa Merusak Kualitas Sperma

Awas! Pasta Gigi Bisa Merusak Kualitas Sperma

Health | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:16 WIB

Suara Bising, Pengaruhi Kesuburan Lelaki?

Suara Bising, Pengaruhi Kesuburan Lelaki?

Lifestyle | Kamis, 17 Agustus 2017 | 22:10 WIB

Makan Toge Bikin Lelaki Subur, Benar atau Cuma Mitos?

Makan Toge Bikin Lelaki Subur, Benar atau Cuma Mitos?

Health | Rabu, 29 Maret 2017 | 07:29 WIB

Agar Sukses Membuahi, Lelaki Harus Tidur 7-8 Jam Setiap Hari

Agar Sukses Membuahi, Lelaki Harus Tidur 7-8 Jam Setiap Hari

Health | Jum'at, 03 Februari 2017 | 07:10 WIB

Stereotip Tak Benar Tentang Laki-laki (2)

Stereotip Tak Benar Tentang Laki-laki (2)

Lifestyle | Selasa, 02 Desember 2014 | 19:00 WIB

Terlalu Muda Punya Anak Bisa Picu Depresi

Terlalu Muda Punya Anak Bisa Picu Depresi

Lifestyle | Senin, 12 Mei 2014 | 17:41 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB