Baru Jadi Sarjana, Lelaki Ini Meninggal Tenggak Koktail

Chaerunnisa | Suara.com

Senin, 18 September 2017 | 03:15 WIB
Baru Jadi Sarjana, Lelaki Ini Meninggal Tenggak Koktail
Ilustrari minum koktail, minuman beralkohol (Shutterstock)

Suara.com - Maksud hati merayakan malam menyenangkan bersama teman-temannya di bar usai lulus, seorang sarjana dari Guangdong, Cina, jatuh pingsan dan tak lama kemudian meninggal setelah minum enam gelas koktail.

Pemilik bar telah menawari kelompok pemuda itu tantangan jika salah satu dari mereka berhasil menyelesaikan enam koktail dalam waktu tiga menit, minuman itu bisa dibawa pulang ke rumah. Jika tidak, mereka harus membayar 168 yuan atau setara 35 dolar Singapura.

Media Cina melaporkan, Wang Yaodong (19), menerima tantangan itu dan minum sekitar satu liter alkohol dalam satu teguk. Namun, dia kehilangan kesadaran setelah itu.

Teman-temannya mencoba untuk membuatnya muntah untuk membersihkan alkohol dari tubuh Wang, namun usaha mereka sia-sia. Saat itu, bibir remaja itu berubah ungu dan denyutan nadinya menjadi lemah.

Setelah banyak mempertimbangkan apakah akan memanggil ambulans, pemilik bar mengantar Wang dan teman-temannya ke rumah sakit, 40 menit setelah dia jatuh pingsan. Namun, hal itu sudah terlambat dilakukan untuk remaja tersebut.

Menurut sebuah laporan medis yang dikeluarkan oleh rumah sakit tersebut, Wang berhenti bernapas, dan nadinya tidak berdenyut saat tiba di ruang gawat darurat. Meski dokter berhasil menyadarkannya, kondisinya memburuk, dan dia meninggal karena keracunan alkohol akut sehari setelahnya.

Menurut saudara perempuan Wang, dia jarang minum alkohol, dan hanya minum satu atau dua minuman selama perayaan Tahun Baru Imlek di rumah. Dia juga ingat bagaimana wajah Wang memerah setelah minum satu atau dua bir saat mereka pergi ke KTV untuk merayakan kelulusan sekolah menengah atas.

Atas peristiwa itu, netizen pun memperdebatkan siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian remaja tersebut.

Ada yang mengatakan Wang seharusnya menolak tantangan pemilik bar, sementara yang lain menganggap tekanan sosial budaya minum di negara itu harus disalahkan.

Ini adalah salah satu laporan kematian terbaru yang disebabkan pesta mabuk-mabukan. Tahun lalu, seorang pengiring pengantin di Cina tersedak dan meninggal dunia setelah dipaksa minum baijiu yang mengandung alkohol antara 40 sampai 60 persen pada sebuah resepsi pernikahan.

Seorang perempuan muda di Singapura juga meninggal karena keracunan alkohol pada tahun 2015 saat mencoba mendapatkan tips dari pelanggan. Dia mengonsumsi 18 gelas minuman keras malam itu.

"Keracunan alkohol merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan perawatan segera. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pesta mabuk-mabukan, sebuah perilaku berisiko di mana sejumlah besar alkohol dikonsumsi dalam waktu singkat," jelas Mayo Clinic.

"Hal ini menyebabkan peningkatan kadar alkohol dalam tubuh yang cepat dan memengaruhi pernapasan, suhu tubuh, dan membuat seseorang refleks muntah. Pada kasus yang parah, bisa menyebabkan koma dan kematian," sambungnya.

Seorang lelaki yang mengonsumsi lebih dari lima minuman dalam waktu dua jam, atau seorang perempuan yang mengkonsumsi lebih dari empat minuman dalam waktu dua jam, terancam keracunan alkohol.

Satu minuman didefinisikan sebagai 355 ml bir biasa, 266 ml minuman malt, atau 44 ml minuman keras. Minuman campuran mungkin mengandung lebih dari satu porsi alkohol, dan minum lebih lama untuk metabolisme. (Asiaone)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wine Lebih Baik Diminum Pagi Hari, Ini Alasannya

Wine Lebih Baik Diminum Pagi Hari, Ini Alasannya

Health | Jum'at, 08 September 2017 | 06:10 WIB

Ingin Kurangi Minuman Alkohol? Lakukan Ini!

Ingin Kurangi Minuman Alkohol? Lakukan Ini!

Health | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 16:07 WIB

Bir Premium Rendah Alkohol Cocok untuk Masyarakat Iklim Tropis

Bir Premium Rendah Alkohol Cocok untuk Masyarakat Iklim Tropis

Lifestyle | Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:05 WIB

Ada Empat Jenis Peminum Saat Mabuk, Apa Saja?

Ada Empat Jenis Peminum Saat Mabuk, Apa Saja?

Health | Senin, 07 Agustus 2017 | 23:09 WIB

Hah, Minum Alkohol Kurangi Risiko Diabetes?

Hah, Minum Alkohol Kurangi Risiko Diabetes?

Health | Jum'at, 28 Juli 2017 | 17:49 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB