Kentang Ungu Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus Besar Lho

Chaerunnisa, Risna Halidi

Selasa, 26 September 2017 | 06:27 WIB
Kentang Ungu Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus Besar Lho
Ilustrasi salad kentang (Shutterstock)

Suara.com - Periset mengatakan, mengonsumsi kentang ungu serta buah dan sayuran berwarna dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker usus besar dan penyakit usus inflamasi lainnya.

Tanaman berwarna, termasuk kentang ungu, dipercaya mengandung senyawa bioaktif, seperti anthocyanin dan asam fenolik, yang telah dikaitkan dengan khasiat pencegahan kanker.

Periset memahami bagaimana senyawa ini bekerja pada tingkat molekuler bisa menjadi langkah awal menemukan pengobatan kanker.

"Apa yang kita pelajari adalah bahwa makanan adalah pedang berlipat ganda? Ini dapat meningkatkan risiko penyakit, tapi ini juga dapat membantu mencegah penyakit kronis, seperti kanker usus besar," kata Jairam K P Vanamala, seorang professor di Pennsylvania State University di AS.

Dalam penelitian tersebut, babi yang menjalani diet tinggi kalori ditambah dengan kentang ungu memiliki interleukin mukosa interleukin-6 (IL-6) lebih sedikit dibandingkan kelompok kontrol.

"IL-6 adalah protein yang penting dalam peradangan, dan peningkatan kadar IL-6 berkorelasi dengan protein, seperti Ki-67, yang terkait dengan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker," kata Vanamala.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry menunjukkan, bahwa mengonsumsi makanan utuh yang mengandung zat gizi macronutrien atau zat yang dibutuhkan manusia dalam jumlah besar, seperti protein, serta mikro dan fitonutrien, seperti vitamin, karotenoid dan flavonoid, mungkin efektif dalam mengubah jalur IL-6.

Vanamala juga mengatakan, temuan ini memperkuat penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa budaya dengan pola makan nabati cenderung memiliki tingkat kanker usus besar yang lebih rendah daripada budaya dengan makanan berbasis daging.

"Kanker usus besar adalah pembunuh utama di banyak negara Barat, yang cenderung mengonsumsi lebih banyak daging dan sedikit buah dan sayuran," ungkapnya.

baca juga

Meski para peneliti menggunakan kentang ungu dalam penelitian ini, Vanamala mengatakan, buah dan sayuran berwarna-warni lainnya dapat menimbulkan efek yang serupa.

"Kentang putih mungkin memiliki senyawa bermanfaat, tapi kentang ungu memiliki konsentrasi senyawa anti-inflamasi dan anti oksidan yang jauh lebih besar," papar Vanamala.

Periset dari Penn State itu memaparkan, keuntungan lain dari penggunaan makanan utuh untuk pengobatan kanker adalah, menguntungkan industri pertanian dan membantu petani kecil di seluruh dunia.

"Alih-alih mempromosikan pil, kita bisa mempromosikan buah dan sayuran yang sangat kaya akan senyawa anti-inflamasi untuk mengatasi meningkatnya masalah penyakit kronis," imbuh mereka.

Peneliti juga menggunakan kentang mentah dan kentang panggang untuk menemukan efek serupa.

Vanamala mengatakan, babi digunakan dalam penelitian karena sistem pencernaan binatang tersebut sangat mirip dengan sistem pencernaan manusia dan jauh lebih mirip daripada pada tikus. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seram, Kematian Menghantui Mereka yang Doyan Makan Kentang Goreng

Seram, Kematian Menghantui Mereka yang Doyan Makan Kentang Goreng

Health | Senin, 12 Juni 2017 | 06:00 WIB

Suka Susah Tahan Lapar, Coba Konsumsi Pisang dan Kentang

Suka Susah Tahan Lapar, Coba Konsumsi Pisang dan Kentang

Health | Sabtu, 07 Januari 2017 | 09:52 WIB

Olah Kentang dalam Bentuk Jus dan Rasakan Manfaat Ini

Olah Kentang dalam Bentuk Jus dan Rasakan Manfaat Ini

Lifestyle | Selasa, 03 Januari 2017 | 11:18 WIB

5 Manfaat Kulit Kentang

5 Manfaat Kulit Kentang

Health | Minggu, 11 September 2016 | 11:42 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×