Mau Tahu Dampak Buruk "Cyberbullying"? Baca Ini!

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 04 Oktober 2017 | 11:41 WIB
Mau Tahu Dampak Buruk "Cyberbullying"? Baca Ini!
Ilustrasi anak korban bullying (Shutterstock)

Suara.com - Maraknya penggunaan sosial media saat ini tak hanya menimbulkan manfaat positif bagi kehidupan, tapi juga bisa menimbulkan masalah baru yang sulit untuk dibendung para penggunanya.

Data UNICEF 2016 menyebutkan bahwa penggunaan sosial media atau internet saat ini, sebanyak 41-50 persen remaja Indonesia berusia 13-15 tahun pernah mengalami tindakan cyberbullying.

Menurut Penggerak Komunitas Into The Light, Iqbal Mahesa, beberapa tindakan yang dilakukan terkait hal ini pun sangat beragam, seperti doxing (mempublikasikan data personal orang lain), cyber stalking (penguntitan di dunia maya yang berujung penguntitan di dunia nyata), revenge porn (penyebaran foto atau video yang dibarengi tindakan intimidasi dan pemerasan) dan masih banyak lagi.

Berbeda dari tindakan bullying tradisional, lanjut dia, pelaku cyberbullying sangat sulit terlacak. Kebanyakan terjadi, kata Iqbal, dalam bentuk verbal dan visual, seperti bentuk komentar penyebaran rumor, olok-olok, ejekan hingga penjebolan akun sosial media.

"Cyberbullying bisa muncul di mana saja. Kalau bullying tradisional hanya ada di tempat tertentu seperti di sekolah, saat kembali ke rumah mereka punya ruang aman. Tapi cyberbullying bisa muncul 24 jam di manapun, kapanpun sehingga tidak ada ruang aman bagi korban," jelas dia dalam acara kampanye #BalasYangBaik bersama Campaign.com di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Inilah yang membuat korban cyberbullying mengalami dampak yang lebih parah daripada bullying tradisional. Iqbal mengungkap dampak akibat cyberbullying ada dua. Pertama, yakni si korban mengalami penurunan performa akademis, seperti nilai atau IPK jatuh.

Kedua, mereka kerap melakukan perilaku berisiko, seperti menggunakan narkoba, kebut-kebutan di jalan yang akan berujung pada tindakan bunuh diri. "Banyak orang yang bunuh diri setelah kejadian cyberbullying. Ini sangat sulit dihadapi," ujar dia.

Parahnya, menurut Iqbal, kebanyakan respon orang ketiga, seperti orangtua dan guru, yang bisa menjadi tempat mengadu, tidak siap untuk menghadapi bullying di dunia maya ini. Sehingga, anak-anak akan lebih mengalami depresi.

"Kalau bullying tradisional, di sekolah ada guru BK. Kalau cyberbullying sulit meresponnya. Mau mencari pun sulit. Ini yang menyebabkan luka yang lebih parah pada mereka," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk! Cegah Cyberbullying dengan Gerakan Ini

Yuk! Cegah Cyberbullying dengan Gerakan Ini

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 19:51 WIB

Aplikasi Anyar Satu Ini Bisa Jadi Alat Cyberbullying?

Aplikasi Anyar Satu Ini Bisa Jadi Alat Cyberbullying?

Tekno | Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:45 WIB

Marak Cyberbully, Instagram Dinobatkan sebagai Medsos Terburuk

Marak Cyberbully, Instagram Dinobatkan sebagai Medsos Terburuk

Tekno | Jum'at, 21 Juli 2017 | 09:43 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB