Tak Disangka, Melamun Ternyata Bermanfaat bagi Otak

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 26 Oktober 2017 | 10:50 WIB
Tak Disangka, Melamun Ternyata Bermanfaat bagi Otak
Ilustrasi perempuan sedang melamun, berpikir. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah kamu sering melamun atau bengong dan berandai-andai saat tak ada kegiatan? Nah, sebuah studi mengungkapkan bahwa hal tersebut sebenarnya memiliki manfaat.

Sebuah penelitian mengatakan jaringan otak yang bekerja saat melamun memainkan peran penting dalam memungkinkan kita melakukan tugas rutin secara efisien, tanpa menginvestasikan terlalu banyak waktu dan energi.

Padahal melamun sambil berandai kerap dipandang rendah sebagai tanda kemalasan atau ketidakpedulian, bagaimanapun, penelitian ini dapat mengubah banyak perspektif.

Sebelumnya, para ilmuwan di Washington University School of Medicine telah menemukan bahwa kumpulan daerah otak tampak lebih aktif selama keadaan istirahat seperti ketika seseorang tengah melamun.

Jaringan ini dinamai 'default mode network' (DMN). Sejak saat itu, DMN telah dikaitkan dengan melamun, memikirkan masa lalu, merencanakan masa depan, dan kreativitas, fungsi pastinya tidak jelas.

Dalam penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences, para ilmuwan menunjukkan bahwa DMN memainkan peran penting dalam memungkinkan kita beralih ke 'autopilot'itu ketika kita terbiasa dengan sebuah tugas.

Dalam penelitian tersebut, 28 relawan mengambil bagian dalam sebuah tugas saat berbaring di dalam pemindai magnetic resonance imaging (MRI) dab MRI fungsional (fMRI) untuk mengukur perubahan tingkat oksigen otak sebagai proxy untuk aktivitas syaraf.

Peserta diperlihatkan empat kartu dan diminta mencocokkan kartu target dengan salah satu kartu ini.

Ada tiga aturan yang sesuai dengan warna, bentuk atau nomor. Relawan tidak diberi tahu peraturan, tapi harus menyelesaikannya sendiri karena trial and error.

Selama tahap percobaan, jaringan perhatian dorsal, yang telah dikaitkan dengan proses informasi yang membutuhkan perhatian akan bekerja lebih aktif.

Namun, di tahap aplikasi di mana peserta memanfaatkan aturan belajar dari memori, DMN lebih aktif. Pada tahap ini, semakin kuat hubungan antara aktivitas di DMN dan di daerah otak yang terkait dengan memori, seperti hippocampus, semakin cepat dan lebih akurat relawan mampu melakukan tugasnya.

Ini menunjukkan bahwa selama tahap aplikasi, peserta dapat merespons tugas dengan efisien dengan menggunakan aturan dari memori.

"Alih-alih menunggu secara pasif untuk hal-hal yang terjadi pada kita, kita terus-menerus mencoba untuk memprediksi lingkungan sekitar kita," kata Deniz Vatansever, mantan mahasiswa Universitas Cambridge dilansir Zeenews.

Kondisi tersebut, lanjut dia, seperti sebuah autopilot yang membantu kita membuat keputusan cepat ketika kita tahu apa aturan lingkungan. "Jadi, misalnya, ketika Anda mengemudi untuk bekerja di pagi hari sepanjang rute yang sudah tidak asing lagi, jaringan mode default akan aktif, memungkinkan kami melakukan tugas kami tanpa harus menginvestasikan banyak waktu dan energi ke dalam setiap keputusan," jelas Vatansever, yang sekarang berbasis di Universitas dari York.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melamun Saat Stres, Ini Risikonya

Melamun Saat Stres, Ini Risikonya

Health | Selasa, 24 Februari 2015 | 10:27 WIB

Anak Sering Bengong? Bisa Jadi Gejala Epilepsi

Anak Sering Bengong? Bisa Jadi Gejala Epilepsi

Health | Jum'at, 30 Januari 2015 | 14:41 WIB

Terkini

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×