Kebiasaan Baru Ini Bantu Usir Stres, Waktu Tepat Jalaninya...

Chaerunnisa, Risna Halidi

Minggu, 29 Oktober 2017 | 12:06 WIB
Kebiasaan Baru Ini Bantu Usir Stres, Waktu Tepat Jalaninya...
Ilustrasi melakukan peregangan (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi kecil-kecilan yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology menemukan, orang-orang yang melakukan peregangan setiap pagi akan menjalani rutinitas lebih konsisten daripada mereka yang melakukannya saat malam hari.

Periset menduga, hormon stres kortisol yang cenderung meningkat di pagi hari menjadi alasan di balik temuan ini.

Para peneliti mengetahui hormon stres berperan dalam pembelajaran dan ingatan, terutama seputar pembentukan kebiasaan. Penelitian sebelumnya bahkan telah menunjukkan, ketika tingkat kortisol dimanipulasi melalui suntikan kortisol atau paparan situasi stres orang tampaknya belajar perilaku baru dengan lebih cepat daripada yang seharusnya.

Studi ini, bagaimanapun, menunjukkan pasang surut alami kortisol juga dapat memengaruhi seberapa berhasil orang mengadopsi perilaku baru.

Peneliti kemudian mengikuti 48 mahasiswa selama 90 hari, di mana siswa mencoba menerapkan aktivitas rutin, yaitu peregangan yang direkomendasikan untuk fleksibilitas dan untuk mencegah sakit pada punggung.

Setengah dari orang-orang diberitahu untuk melakukan peregangan pinggul 15-fleksor setiap pagi setelah mereka bangun, dan setengahnya diminta melakukannya setiap malam sebelum tidur.

Setiap hari, ketika diminta oleh aplikasi smartphone, para siswa menjawab pertanyaan tentang apakah mereka telah melakukan peregangan. Mereka juga menyediakan sampel air liur setiap bulannya, untuk diuji kadar kortisol.

Kedua kelompok menjadi lebih baik dalam mengingat untuk melakukan peregangan mereka dari waktu ke waktu. Namun, para periset menemukan orang-orang di kelompok peregangan pagi cenderung mengingat secara otomatis untuk melakukan peregangan setiap hari daripada pada kelompok peregangan malam hari.

Berdasarkan proyeksi para peneliti, kelompok pagi akan secara otomatis mengingat untuk melakukan peregangan pada hari ke 105, sementara kelompok malam memerlukan tambahan hari, sampai hari ke 154. Mungkin ada beberapa alasan mengapa kebiasaan lebih mudah terbentuk di pagi hari, catat para penulis.

"Mungkin saja perilaku itu dianggap kurang sulit, lebih memuaskan, atau lebih mudah dilakukan di pagi hari daripada di malam hari," tulis peneliti dalam jurnal.

Namun, kadar kortisol masyarakat juga cenderung tertinggi di pagi hari, dan para peneliti menduga itu merupakan bagian besar dari penjelasan mengapa. Temuan mereka mendukung teori mereka bahwa begitu mereka menyesuaikan variasi individual pada tingkat kortisol, kesenjangan antara kelompok pagi dan malam menghilang.

Penulis utama Marion Fournier, seorang dosen di Universite Nice Sophia Antipolis di Prancis, mengatakan bahwa hasil penelitian mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Meski kortisol umumnya paling tinggi di pagi hari, pola spesifik bervariasi dari orang ke orang - dan juga bergantung pada lingkungan tempat mereka berada dan kemampuan mereka dalam mengatasi stres.

Sejauh mana temuan ini dapat diterjemahkan ke dalam skenario kehidupan nyata perilaku yang lebih kompleks, harus diselidiki lebih lanjut, kata Fournier. "Kami meminta peserta untuk mengulangi perilaku yang mudah dan cepat, yang tidak sama dengan perilaku yang lebih kompleks seperti berolahraga, misalnya," tulisnya dalam sebuah email pada TIME.

Namun, tetap saja, dia merekomendasikan agar orang mencoba menerapkan kebiasaan sehat di pagi hari daripada di malam hari. Dan yang terpenting, kata dia, adalah mengulangi perilaku dalam konteks yang sama setiap hari.

"Jika Anda memutuskan untuk memulai hari Anda dengan segelas air, gunakan isyarat -sebuah catatan di meja dapur yang akan Anda lihat saat Anda bangun, misalnya- untuk mengingatkan Anda pada awalnya. Setelah beberapa saat, isyarat itu tidak perlu," imbuhnya.

Fournier mengatakan bahwa penelitian tersebut telah mengilhami dia untuk mencoba menerapkan kebiasaan pagi sehatnya sendiri.

"Saya menaruh sebuah catatan di cermin di kamar mandi saya untuk melakukan peregangan setiap pagi setelah menyikat gigi. Itu berhasil - sampai aku pergi berlibur," tandasnya. (Time)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Olahraga Berlebihan Bisa Sebabkan Kematian?

Olahraga Berlebihan Bisa Sebabkan Kematian?

Health | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 21:38 WIB

Tinggal Dekat Hutan Kurangi Stres dan Bikin Otak Lebih Sehat

Tinggal Dekat Hutan Kurangi Stres dan Bikin Otak Lebih Sehat

Health | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 10:32 WIB

Enam Hal Aneh yang Bisa Dialami Orang Stres

Enam Hal Aneh yang Bisa Dialami Orang Stres

Health | Senin, 16 Oktober 2017 | 20:48 WIB

Cegah Depresi, Cukup Olahraga Satu Jam Setiap Minggu

Cegah Depresi, Cukup Olahraga Satu Jam Setiap Minggu

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 20:00 WIB

Banyak Orang Pilih Habiskan Waktu di Toilet daripada Olahraga

Banyak Orang Pilih Habiskan Waktu di Toilet daripada Olahraga

Health | Rabu, 27 September 2017 | 09:50 WIB

Mengapa Kita Refleks 'Ngulet' Ketika Bangun Pagi?

Mengapa Kita Refleks 'Ngulet' Ketika Bangun Pagi?

Health | Minggu, 08 Januari 2017 | 08:08 WIB

Stretching ala Kucing, Efektif Cegah Nyeri Punggung

Stretching ala Kucing, Efektif Cegah Nyeri Punggung

Health | Rabu, 25 Februari 2015 | 08:17 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB