Mengapa Kita Refleks 'Ngulet' Ketika Bangun Pagi?

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 08 Januari 2017 | 08:08 WIB
Mengapa Kita Refleks 'Ngulet' Ketika Bangun Pagi?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebelum beranjak dari tempat tidur Anda di pagi hari, hal apa yang Anda lakukan pertama kali? Ketika bangun pagi, tubuh biasanya akan secara otomatis melakukan peregangan yang populer disebut ngulet.

Setelah itu, Anda akan merasa lebih terjaga dan bertenaga untuk memulai hari. Selain di pagi hari, Anda juga mungkin akan mengulet kapan saja, seperti kalau Anda sudah duduk seharian di balik meja kerja kantor atau setelah berkendara selama beberapa jam. Bahkan ngulet juga biasanya dilakukan saat Anda sedang merasa bosan.  

Selain membuat Anda merasa lebih segar setelah tidur semalaman, 'ngulet' ternyata juga menawarkan berbagai manfaat lain bagi tubuh dan pikiran Anda. Itulah mengapa tubuh Anda bisa secara otomatis mendorong Anda untuk melakukan peregangan spontan ini.

Namun, hati-hati karena kalau teknik mengulet Anda kurang tepat, Anda malah akan mengalami cedera otot. Maka, baca dulu berbagai fakta berikut ini dihimpun hellosehat.com.

Empat Fungsi 'ngulet' bagi kesehatan

1. Melemaskan otot dan sendi
Setelah tidur atau duduk selama berjam-jam, tubuh Anda pasti terasa kaku dan tegang. Tubuh juga bisa terasa berat dan kaku karena alasan lainnya.

Misalnya karena Anda kurang berolahraga, tidur tidak nyenyak, pola makan yang tidak seimbang, atau suhu ruangan yang terlalu dingin. Karena tubuh terasa berat dan kaku, Anda akan semakin malas gerak.

Otot dan sendi Anda akan kemudian mengirimkan sinyal pada otak untuk melakukan peregangan. Itulah mengapa Anda cenderung menggeliat di tempat tidur atau kursi setelah lama tak bergerak.

Dengan begitu, otot dan sendi akan ikut ‘bangun’ dan menyiapkan diri untuk segera beranjak dan beraktivitas.  

2. Meningkatkan suhu tubuh
Selama Anda tidur, suhu tubuh Anda akan menurun hingga mencapai 35 derajat Celsius. Padahal, suhu normal tubuh di pagi dan siang hari adalah sekitar 37 derajat Celsius.

Belum lagi jika Anda tidur di ruangan yang suhunya cukup rendah. Selama suhu tubuh masih terasa dingin, tubuh Anda pun akan mengira bahwa ini belum waktunya untuk bangun.

Akibatnya, pikiran Anda sudah terjaga tetapi rasanya sulit sekali untuk beranjak dari tempat tidur. Untuk meningkatkan suhu tubuh, Anda pun akan mengulet.

Mengulet bisa membantu menghangatkan tubuh supaya Anda jadi lebih mudah untuk bangkit dari kursi atau kasur.

3. Melancarkan peredaran darah
Entah Anda habis duduk atau berbaring untuk waktu yang cukup lama, peredaran darah Anda akan terhambat. Biasanya saat bangun tidur, darah dan cairan dalam tubuh akan mengumpul di punggung.

Dengan bergerak dan melakukan peregangan, darah dan cairan tersebut pun kembali menyebar ke seluruh tubuh secara merata. Sirkulasi darah yang lancar bisa mencegah kepala yang pusing dan berkunang-kunang saat Anda beranjak bangun.

Peredaran darah dan cairan tubuh yang lancar juga bisa membuat Anda merasa lebih segar karena otot serta otak mendapat asupan oksigen yang cukup untuk bekerja seharian.  

4. Melepas stres
Mengulet bisa membantu Anda mengusir stres, ketegangan, atau gugup. Ketika mengulet, tubuh memproduksi zat endorfin yang akan memicu rasa senang dan pikiran yang positif. Inilah mengapa ketika sedang bosan atau stres di kantor pun Anda akan secara refleks mengulet.

Selain itu, setelah ngulet Anda juga akan merasa lebih berstamina untuk menghadapi berbagai tantangan dan kesibukan hari itu.

Gerakan ngulet yang aman
Meski banyak manfaatnya, ngulet bisa menimbulkan risiko cedera otot. Ini karena biasanya ngulet dilakukan di luar kesadaran penuh Anda.

Akibatnya, Anda tidak benar-benar mengendalikan gerakan setiap otot dan sendi. Anda bisa saja meregangkan otot terlalu jauh atau memuntir tubuh secara tiba-tiba sehingga otot dan sendi jadi cedera.

Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya ganti kebiasaan ngulet di pagi hari atau setelah kelamaan duduk dengan gerakan peregangan sederhana yang aman dan bermanfaat. Berikut beberapa gerakan peregangan yang aman.

Peregangan lengan dan punggung
Dengan posisi duduk atau berdiri tegak, jalin kedua tangan Anda dan angkat ke atas melewati kepala. Tarik ke atas dengan posisi kedua telapak tangan menghadap ke langit-langit.

Tahan selama kira-kira 10 detik sambil mengambil napas dalam. Setelah itu, regangkan lengan ke depan dengan kedua telapak tangan Anda menghadap ke luar.

Tahan selama 10 detik. Terakhir, ulangi posisi tersebut dengan menarik kedua lengan Anda ke belakang, pastikan telapak tangan Anda menghadap ke luar.

Peregangan leher dan bahu
Alihkan wajah Anda ke sisi kanan dan kiri masing-masing selama 20 detik. Setelah itu, pelan-pelan gerakkan kepala secara melingkar searah jarum jam dan berlawanan dengan jarum jam.

Lalu, mendongaklah selama 10 detik dan lanjutkan dengan menunduk selama 10 detik. Terakhir, angkat bahu Anda dan gerakkan ke depan dan ke belakang selama 10 detik.

Peregangan kaki
Dalam posisi berbaring, angkat sebelah kaki Anda sampai tegak lurus dan tubuh Anda membentuk sudut siku-siku 90 derajat. Tahan paha belakang Anda dengan kedua lengan selama kira-kira 6 detik. Lalu, putar kaki Anda dalam gerakan melingkar. Ulangi gerakan yang sama dengan kaki Anda yang satunya. Mudah kan, selamat mencoba!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidur Cukup Tapi Masih Ngantuk? Mungkin Ini Penyebabnya

Tidur Cukup Tapi Masih Ngantuk? Mungkin Ini Penyebabnya

Health | Selasa, 03 Januari 2017 | 16:10 WIB

Lima Alasan Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan

Lima Alasan Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 07:05 WIB

Susah Tidur Jangan Tergantung Obat, Berpikirlah Positif

Susah Tidur Jangan Tergantung Obat, Berpikirlah Positif

Health | Minggu, 20 November 2016 | 06:05 WIB

Stretching ala Kucing, Efektif Cegah Nyeri Punggung

Stretching ala Kucing, Efektif Cegah Nyeri Punggung

Health | Rabu, 25 Februari 2015 | 08:17 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB