Pengobatan Sel Punca Hadir di Indonesia, Kenapa Bisa Mahal?

Tomi Tresnady, Firsta Nodia

Senin, 13 November 2017 | 11:55 WIB
Pengobatan Sel Punca Hadir di Indonesia, Kenapa Bisa Mahal?
Stem cell atau sel punca. [shutterstock]

Suara.com - Stem cell atau sel punca kini digadang-gadang dapat menjadi metode pengobatan terkini untuk beragam penyakit.

Pasalnya, sel punca dapat meregenerasi sel-sel yang rusak penyebab berbagai penyakit.

Beberapa penyakit yang disinyalir dapat disembuhkan dengan metode ini berdasarkan penelitian, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kebutaan karena glukoma, pengapuran sendi, hingga kaki diabetik.

Disampaikan Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, dari FKUI RSCM, sel punca sendiri bisa didapat dari tubuh pasien maupun orang lain.

Bagian tubuh yang bisa dijadikan sumber sel punca, kata dia, adalah darah tali pusat, sumsum tulang belakang hingga lemak.

"Nah, untuk mengambil dan menyimpan sel punca ini ada protokolnya. Jadi nggak bisa sembarangan. Siapa yang melakukan implantasi sel punca dan laboratoriumnya seperti apa itu harus ada rambu-rambunya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dr Cosphiadi Irawan pada temu media di FKUI RSCM di Jakarta.

Dari segi perawatan, Direktur PT Bifarma Adiluhung, dr. Sandy Qlintang, mengatakan bahwa untuk menjamin kualitas dan keamanan sel punca itu sendiri, laboratorium sel punca harus memiliki standar CGMP (Current Good Manufacturing Practice) yang diakui BPOM dan Kementerian Kesehatan.

"Laboratorium pengembang stem sel harus memiliki fasilitas produksi dengan nama Regenic. Ia yang berperan aktif di dalam menyediakan stem sel dengan agar tingkat keamanan dan kualitasnya terjaga," ujar Sandy.

Ia menambahkan, fasilitas produksi inilah yang bikin pengobatan stem cell atau sel punca berbiaya mahal.

baca juga

Fasilitas produksi harus melalui quality control untuk memastikan sel punca berkembang dengan tepat.

"Kualifikasi penyimpanan stem sel itu berdiferensiasi, jadi tiap sel ditempatkan berbeda-beda, agar keamanan pasien terjamin. Serta, klinisi juga harus tahu stem cell apa yang akan diberikan dan kita bisa ambil dari lab yang sudah dipisahkan," tambah dia.

Untuk mendukung penyimpanan sel punca yang tepat, Sandy juga mengatakan bahwa listrik di fasilitas produksi harus menyala 24 jam. Untuk biaya perawatan tempatnya sendiri membutuhkan biaya Rp200 juta.

"Itu sebabnya perawatan sel punca mahal. Di luar negeri range-nya bisa Rp400 juta belum termasuk transportasi, akomodasi dan lainnya. Kalau di dalam negeri bisa dibawah itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kini Pelayanan Sel Punca Bisa Dilakukan di RS Medistra

Kini Pelayanan Sel Punca Bisa Dilakukan di RS Medistra

Health | Jum'at, 10 November 2017 | 15:15 WIB

RSCM Sudah Stem Cell 214 Pasien

RSCM Sudah Stem Cell 214 Pasien

Health | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:11 WIB

Jangan Sembarangan Jalani Perawatan Kecantikan "Stem Cell"

Jangan Sembarangan Jalani Perawatan Kecantikan "Stem Cell"

Lifestyle | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 14:13 WIB

Dengan Sel Punca, Penderita Stroke Dapat Kembali Berjalan

Dengan Sel Punca, Penderita Stroke Dapat Kembali Berjalan

Health | Minggu, 05 Juni 2016 | 06:12 WIB

Begini Cara Mendapatkan Sel Punca

Begini Cara Mendapatkan Sel Punca

Health | Kamis, 29 Oktober 2015 | 16:46 WIB

Terkini

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×