Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 05 Desember 2017 | 10:59 WIB
Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani
Ilustrasi penyakit difteri. (Shutterstock)

Suara.com - Difteri adalah infeksi bakteri yang merusak selaput lendir hidung dan tenggorokan.

Penyakit ini bisa menyebar melalui partikel udara saat batuk atau bersin, serta dari kontak kulit dengan barang-barang pribadi yang terkontaminasi. Menyentuh luka yang terinfeksi bakteri penyebabnya juga dapat membuat Anda terekspos penyakit ini.

Jika tidak tertangani dengan baik, bukan hanya berisiko menularkan penyakit ini pada orang lain, tapi juga bisa berujung pada kematian. Kenapa bisa begitu? Simak ulasan lengkap yang dihimpun Hello Sehat.

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang merusak dan membunuh jaringan dalam tubuh, terutama selaput lendir tenggorokan dan hidung. Selaput lendir yang mati kemudian menebal dan berubah warna menjadi keabuan.

Gejala umum yang biasanya mengikuti adalah radang tenggorokan dan serak, sulit bernapas dan menelan, hidung meler, ngiler berlebihan, demam menggigil, bicara melantur, dan batuk yang keras.

Rentetan gejala ini disebabkan oleh racun bakteri yang ikut terhanyut ke dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, sistem saraf otak, serta jaringan tubuh sehat lainnya.

Apa saja risiko komplikasi difteri?
Pada awalnya difteri bisa tidak menampilkan gejala berarti. Itu sebabnya banyak orang yang sebenarnya sudah terinfeksi bisa tidak menyadari kalau dirinya sakit.

Namun orang yang terinfeksi penyakit ini harus segera diobati untuk mencegah risiko komplikasi fatal dan penyebaran bakteri. Anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami komplikasi penyakit ini.

Diperkirakan satu dari lima dan lansia di atas 40 tahun meninggal dunia akibat komplikasi difteri. Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, racun yang dihasilkan bakteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.

Beberapa di antaranya meliputi gagal pernapasan, peradangan otot jantung (miokarditis), gagal jantung, hingga perdarahan dalam parah yang menyebabkan gagal ginjal.

Dibiarkan terus, difteri dapat menyebabkan syok (kulit dingin memucat, keringat deras, dan jantung berdebar) yang berujung pada kematian.

Bagaimana cara mencegah difteri?
Penyakit ini sangat menular. Itu sebabnya difteri lebih banyak ditemui di negara-negara berkembang, di mana angka imunisasi masih rendah.

Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin DPT. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan).

Vaksin DPT termasuk dalam 5 imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun.

Vaksinasi ini dapat melindungi anak terhadap difteri seumur hidup. Namun bagi anak-anak yang belum menerima vaksin ini saat bayi, segera dapatkan vaksin Tdap pada usia 12 tahun.

Orang yang sudah sembuh juga disarankan untuk menerima vaksin, karena tetap memiliki risiko untuk kembali tertular penyakit yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Digigit Nyamuk, Lihat yang Terjadi pada Kaki Lelaki Ini

Digigit Nyamuk, Lihat yang Terjadi pada Kaki Lelaki Ini

Health | Kamis, 09 November 2017 | 08:40 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ajak Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun

Gubernur Jawa Tengah Ajak Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun

Health | Senin, 30 Oktober 2017 | 06:56 WIB

Alasan Masuk Pesawat Terakhir Lebih Baik daripada Pertama Kali

Alasan Masuk Pesawat Terakhir Lebih Baik daripada Pertama Kali

Health | Minggu, 03 September 2017 | 13:40 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB