Main Video Game Ternyata Bikin Otak Semakin Pintar

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Senin, 11 Desember 2017 | 10:52 WIB
Main Video Game Ternyata Bikin Otak Semakin Pintar
Main video games (Shutterstock)

Suara.com - Video game selama ini dianggap dapat berefek negatif karena biasanya mengandung adegan kekerasan. Namun, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOSONE menemukan, main video game ternyata bisa meningkatkan kecerdasan.

Peneliti mencontohkan video game yang terbukti mendatangkan efek positif bagi otak, yakni Super Mario 64. Hasil analisis peneliti menemukan, bermain game ini dapat meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat.

"Video game 3D mendorong hippocampus untuk membuat peta kognitif atau lingkungan virtual yang akan dijelajahi," kata penulis studi Gregory West, dari University of Montreal.

Untuk mendapatkan temuan ini, West dan rekan-rekannya melakukan percobaan selama enam bulan dan melibatkan 33 orang dewasa yang ditugaskan secara acak untuk bermain game Super Mario 64 di konsol game Nintendo Wii dan bermain piano. Untuk memahami bagaimana permainan memengaruhi otak peserta, peneliti meminta responden menjalani pemindaian MRI dan melakukan tes kinerja kognitif.

Hasil pemindaian MRI mengungkapkan, mereka yang bermain Super Mario 64 memiliki peningkatan jumlah materi abu-abu di dua wilayah otak antara lain hippocampus dan serebelum, dibandingkan mereka yang bermain piano. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, masalah abu-abu di otak kita menurun.

"Kabar baiknya adalah bahwa kita dapat membalikkan efek tersebut dan meningkatkan volume otak dengan mempelajari sesuatu yang baru. Permainan seperti Super Mario 64, yang mengaktifkan hippocampus, tampaknya memiliki beberapa potensi dalam hal itu," kata West.

Meskipun penulis mencatat penelitian selanjutnya diperlukan, mereka berharap hasil penelitian ini dapat membantu banyak orang memahami penyakit Alzheimer dengan lebih baik. Alasannya otak yang terus dilatih dengan stimulasi permainan tertentu seperti video game bisa memperlambat risiko pikun atau Alzheimer.

Peserta dalam kelompok video game juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan memori, yang dinilai melalui tes yang melibatkan penghitungan urutan suara. Sebuah studi tahun 2015 di antara para peserta yang lebih muda, memiliki hasil yang sama dengan penelitian saat ini. (Nypost)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hore, Main Video Games Kurangi Stres di Tempat Kerja!

Hore, Main Video Games Kurangi Stres di Tempat Kerja!

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:04 WIB

Video Game Lawas Anda Bisa Bernilai Rp6 Miliar!

Video Game Lawas Anda Bisa Bernilai Rp6 Miliar!

Tekno | Selasa, 25 Juli 2017 | 09:02 WIB

Mendikbud Anggap "Video Game" Bisa Rusak Perkembangan Anak

Mendikbud Anggap "Video Game" Bisa Rusak Perkembangan Anak

News | Selasa, 26 April 2016 | 13:25 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB