Jangan Takut! Difteri Cuma Bisa Menular Lewat Cara Ini

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 29 Desember 2017 | 17:59 WIB
Jangan Takut! Difteri Cuma Bisa Menular Lewat Cara Ini
Petugas Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat memberikan vaksin DPT (Difteri, Tetanus, dan Pertusis) ke Mahasiswa Universitas Tarumanegara (UNTAR) di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Suara.com - Difteri kini menjadi topik kesehatan terhangat di penghujung 2017.

Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan pada Januari-November 2017 melaporkan adanya 593 kasus difteri pada 95 kabupaten/kota dalam 20 provinsi. Dari keseluruhan jumlah tersebut sebanyak 32 kasus berujung kematian.

Meski mematikan, dr. Nina Dwi Putri, SpA(K) dari FKUI RSCM mengatakan bahwa penyakit ini tidak menular secepat penyakit bersumber virus yang sempat mewabah seperti MERS-CoV, SARS, atau ebola. Untuk itu ia mengharapkan masyarakat tidak mengucilkan penderita atau mantan penderita difteri.

"Difteri penularan hanya melalui percikan, karena kumannya besar. Sehingga tidak menyebar lewat udara seperti penyakit MERS CoV, SARS, atau ebola. Paling yang harus diwaspadai jika ada orang di sekitar yang batuk atau bersin itu kan percikan air ludah bisa kemana-mana, jadi wajib pakai masker kalau berada di sekitar penderita atau di keramaian," ujarnya pada Diskusi Media tentang Difteri di IMERI FKUI, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Masker yang direkomendasikan Nina dalam mencegah penularan difteri pun cukup masker bedah yang banyak dijual di pasaran. Dengan pemakaian masker di area-area keramaian, bakteri penyebab difteri bisa dihalau.

"Cara mencegah penularan gunakan masker. Cukup masker bisa melindungi dari risiko tertular difteri. Jangan lupa terapkan etika batuk dan cuci tangan setelah kontak dengan apapun," tambah dia.

Lebih lanjut Nina menuturkan bahwa pengobatan difteri dengan pemberian antibiotik biasanya diterapkan selama 10 hari. Namun umumnya, kata dia, pemberian antibiotik 2×24 jam sudah mampu membuat kuman tidak menularkan ke orang lain.

"Tapi agar yakin hasilnya negatif, pasien difteri dirawat sampai 10 hari. Pasien juga harus divaksinasi ulang setelahnya karena vaksin difteri tidak membuat kekebalan tubuh seumur hidup alias masih bisa terinfeksi lagi," terang Nina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penderita Difteri Meningkat di Ibu Kota, Anies Ungkap Penyebabnya

Penderita Difteri Meningkat di Ibu Kota, Anies Ungkap Penyebabnya

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 09:42 WIB

5 Kasus Kesehatan Menghebohkan Publik Sepanjang 2017 di Indonesia

5 Kasus Kesehatan Menghebohkan Publik Sepanjang 2017 di Indonesia

Health | Sabtu, 23 Desember 2017 | 10:29 WIB

Ini Dia Penyebab Difteri Merenggut Nyawa

Ini Dia Penyebab Difteri Merenggut Nyawa

Health | Rabu, 20 Desember 2017 | 08:39 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB