Enam Pemicu Keguguran yang Tak Bisa Dikendalikan

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Kamis, 11 Januari 2018 | 19:15 WIB
Enam Pemicu Keguguran yang Tak Bisa Dikendalikan
Keguguran mengintai ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Satu dari empat kehamilan berakhir dengan keguguran, siapapun tentu tak ingin mengalaminya. Kita sering bertanya-tanya, apa yang sebenarnya menyebabkan keguguran? Kenapa itu bisa terjadi?

Apalagi menurut Imperial College London (ICL), keguguran bisa memiliki dampak pada kesehatan mental seperti Post-traumatic stress disorder (PTSD), yakni suatu kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa mengerikan.

Periset ICL menemukan hampir 40 persen perempuan mengalami gejala seperti merasa bersalah, selalu mengungkit masa lalu dan kurang tidur setelah mengalami keguguran.

Secara sederhana, keguguran adalah apa yang terjadi ketika bayi, dalam hal ini ialah janin atau embrio, meninggal dalam rahim sebelum minggu ke-24 kehamilan. Sebanyak 80 persen keguguran terjadi pada tahap awal kehamilan.

Berikut beberapa pemicu keguguran yang seringkali tidak bisa kita kendalikan, dilansir dari womenshealthmag.

1. Genetika
Tidak semua embrio dan janin dibuat sama. Sebenarnya, kata Ruth Bender Atik dari Asosiasi Keguguran, lebih dari setengah keguguran terjadi, karena bayi tersebut tidak berkembang secara normal sejak awal dan tidak dapat bertahan. "Ini mungkin karena kesalahan pada sel telur atau sel sperma," katanya.

2. Hormon
"Perempuan dengan masa menstruasi yang sangat tidak teratur mungkin merasa lebih sulit hamil dan, jika memang pada akhirnya mengalami kehamilan, mereka cenderung mengalami keguguran," kata Bender Atik.

Alasannya? Ini tidak benar-benar diketahui, tapi diyakini hubungan antara waktu, konsepsi dan tingkat keguguran sudah jelas.

3. Darah
Gumpalan di pembuluh darah - atau 'sindrom darah lengket', tepatnya.

"Masalah pada pembuluh darah yang memasok plasenta bisa menyebabkan keguguran, apalagi kalau gumpalan darah lebih banyak dari seharusnya," kata Bender Atik.

4. Anatomi
"Jika serviks lemah, ini mungkin akan lebih berat pada rahim saat kehamilan nanti," kata Bender Atik.

Dia melanjutkan, jika rahim memiliki bentuk tidak teratur, mungkin tidak ada cukup ruang bagi bayi untuk tumbuh, keduanya dapat menyebabkan keguguran.

5. Usia
Tidak mengherankan bila usia Anda saat hamil memiliki peran penting dalam hal keguguran. Menurut Dr. Patrick O'Brien, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists, hamil saat usia 30 tahun, membuat Anda memiliki risiko keguguran sebesar 20 persen, sedangkan jika di usia 40 tahun,  Anda akan mengalami dua kali lipat keguguran sampai 50 persen.

6. Berat
Menurut London School of Hygiene dan Tropical Medicine, perempuan yang memiliki berat badan kurang sebelum mereka hamil, 72 persen lebih mungkin mengalami keguguran dalam tiga bulan pertama kehamilan. Sementara Stanford University School of Medicine menemukan bahwa mereka.yang memiliki berat badan berlebih juga memiliki risiko yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Santap Makanan Tertentu Bisa Pengaruhi Jenis Kelamin Janin?

Santap Makanan Tertentu Bisa Pengaruhi Jenis Kelamin Janin?

Health | Kamis, 11 Januari 2018 | 15:44 WIB

Awas, Konsumsi Paracetamol saat Hamil Bisa Picu Risiko Ini

Awas, Konsumsi Paracetamol saat Hamil Bisa Picu Risiko Ini

Health | Kamis, 11 Januari 2018 | 11:31 WIB

Trik dan Pentingnya Latihan Pernapasan Bagi Ibu Hamil

Trik dan Pentingnya Latihan Pernapasan Bagi Ibu Hamil

Health | Rabu, 10 Januari 2018 | 11:05 WIB

Terkini

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

×