Kuasai Dua Bahasa, Ini Manfaatnya bagi Anak Autis

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 18 Januari 2018 | 10:03 WIB
Kuasai Dua Bahasa, Ini Manfaatnya bagi Anak Autis
Ilustrasi anak autis belajar bahasa asing. (Shutterstock)

Suara.com - Menguasai setidaknya dua bahasa memang baik untuk kita, tak terkecuali anak autis. Ini dibuktikan dari hasil studi mengenai manfaat penguasaan lebih dari satu bahasa untuk anak-anak dengan Autistic Spectrum Disorders (ASD) yang populer disebut Autis.

Ya, sebuah studi baru menemukan bahwa anak-anak dengan ASD akan memiliki waktu yang lebih mudah untuk berpindah ke tugas atau kegiatan lainnya, jika mereka belajar bahasa kedua.

Diterbitkan dalam Child Development, penelitian ini berpendapat, bahwa anak-anak autis yang bilingual (dwibahasa) punya tingkat fleksibilitas kognitif yang lebih tinggi ketimbang anak-anak autis yang monolingual (satu bahasa).

Profesor Aparna Nadig, penulis senior dari McGill University mengatakan bahwa penelitian tentang orang bilingual sebenarnya sudah sudah lama dilakukan.

"Selama 15 tahun terakhir telah terjadi perdebatan yang signifikan di lapangan tentang keunggulan bilingual dalam fungsi eksekutif. Beberapa peneliti berpendapat seorang bilingual yang sering mengganti bahasa mereka secara tidak sadar, untuk menanggapi konteks linguistik di mana komunikasi sedang berlangsung, bisa meningkatkan fleksibilitas kognitif," ujar Nadig dilansir Independent. co.uk.

Namun, kata dia, penelitian-penelitian sebelumnya tidak mempertimbangkan efek kemampuan bilingual ini terhadap orang atau anak autis.

Untuk melihat hal tersebut, di penelitian terbaru ini, peneliti membandingkan 40 anak-anak berusia antara enam sampai sembilan tahun, dengan atau tanpa ASD, dan bilingual atau monolingual. Penelitian ini berfokus pada tes yang dihasilkan oleh komputer.

Melalui pemilahan objek di layar, para peneliti menemukan bahwa anak-anak bilingual dengan ASD tampil lebih baik secara signifikan ketimbang anak-anak dengan ASD monolingual, khususnya ketika sampai pada bagian yang lebih kompleks, yakni tes pengalihan tugas relatif.

Kesimpulannya sangat besar dan bisa mengubah cara orangtua saat memutuskan bagaimana mereka akan mengajarkan anak-anak autis.

Karena sebelumnya, mungkin kita berpikir bahwa belajar bahasa kedua hanya akan mempersulit anak-anak autis atau memperburuk kesulitan bahasa mereka yang sudah ada.

Penelitian baru ini sekana menjadi adalah titik balik bagaimana anak-anak autis dididik, terutama di negara-negara yang memiliki beberapa bahasa adalah hal biasa. Bahkan, penelitian ini disebut sangat penting di Montreal, di mana hal tersebut terjadi.

"Dalam masyarakat bilingual seperti kita di Montreal, berbicara hanya satu bahasa bisa menjadi hambatan yang signifikan pada masa dewasa untuk pekerjaan, pendidikan, dan kesempatan di masyarakat," kata Ana Maria Gonzalez-Barerro, penulis makalah pertama tentang penelitian bilingual

Meskipun penelitian awal relatif kecil, para peneliti percaya, implikasi temuan mereka sangat besar. Mereka juga berencana untuk melanjutkan penelitian dengan mengikuti anak-anak selama tiga sampai lima tahun ke depan untuk melihat bagaimana perkembangannya.

Itulah penjelasan ilmiah dari peneliti tentang manfaat menguasai dua bahasa bagi anak autis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pola Pengasuhan Anak yang Patut Anda Coba di 2018

Ini Pola Pengasuhan Anak yang Patut Anda Coba di 2018

Health | Selasa, 09 Januari 2018 | 17:15 WIB

Dukung Anak Capai Prestasi Gemilang, Begini Caranya

Dukung Anak Capai Prestasi Gemilang, Begini Caranya

Health | Selasa, 12 Desember 2017 | 13:55 WIB

Sering Dipukul saat Kecil, Awas! Anak Diintai Risiko Ini

Sering Dipukul saat Kecil, Awas! Anak Diintai Risiko Ini

Health | Selasa, 07 November 2017 | 07:52 WIB

Terkini

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB