Gizi Buruk Pengaruhi Kasus Campak di Papua

Pebriansyah Ariefana, Firsta Nodia

Selasa, 23 Januari 2018 | 08:36 WIB
Gizi Buruk Pengaruhi Kasus Campak di Papua
Ilustrasi peta Papua Barat. (Shutterstock)

Suara.com - Jelang Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari mendatang, Indonesia masih dilanda persoalan gizi buruk. Baru-baru ini, laporan September 2017- Januari 2018 menyebut bahwa 67 anak di kabupaten Asmat Papua meninggal dunia akibat gizi buruk.

Selain itu dilaporkan pula bahwa terjadi kejadian luar biasa campak yang dialami balita dan anak-anak Asmat, Papua. Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Doddy Izwardy mengatakan pada akhir tahun 2017, Kemenkes melihat bahwa data status gizi di Provinsi Papua secara umum cukup baik, namun secara khusus, data Kabupaten Asmat menunjukkan kenaikan cukup besar untuk kasus kekurangan gizi.

Menurut dia, kondisi kekurangan gizi inilah yang menyebabkan balita dan anak-anak di daerah tersebut mudah terinfeksi penyakit, salah satunya campak. Meski demikian, kondisi penyakit infeksi juga dapat memicu gizi buruk pada anak dan balita karena asupan makanan yang berkurang.

“Penyakit infeksi yang paling sering terjadi di sini adalah Diare, namun di Papua saat ini yang terjadi bersama ada Campak di sana. Jadi ada hubungan timbal balik, ada campak, ada gizi buruk. Mana yang lebih dulu," ujar Doddy di Jakarta, Senin (22/1/2018) kemarin.

Balita yang akan terkena penyakit infeksi biasanya mengalami perubahan pola makan, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan makanan dan kebutuhan gizi. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama maka terjadilah kekurangan gizi.

“Adanya penyakit campak, si anak sakit sehingga tidak bisa makan atau nafsu makan menurun. Campak memperberat anak-anak yang kurus tadi menjadi lebih buruk gizinya. Diare pun bisa cepat diatasi sebenarnya, tinggal kasih larutan gula garam, tetapi karena ada penyakit infeksi, menjadi lebih berat mengatasinya”, tambah dia.

Campak atau yang dikenal dengan nama Measles merupakan salah satu penyakit yang menular melalui udara yang disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus. Penyakit ini dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem kekebalan sehingga anak menjadi rentan terhadap berbagai infeksi lainnya, seperti Pneumonia dan Diare. Namun Doddy menegaskan bahwa campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

"Campak bukan penyakit berbahaya jika segera ditangani dengan tepat. Namun jika perawatan yang diberikan kurang baik dan kondisi tubuh penderita lemah (kurang gizi), maka akan mudah terkena infeksi lain atau komplikasi yang bisa berakibat fatal. Komplikasi yang paling umum terjadi pada kasus campak yang fatal adalah diare kronis," lanjut Doddy.

Lebih jauh, Doddy juga menerangkan bahwa selain kekurangan zat gizi makro, penelitian membuktikan bahwa campak memiliki hubungan yang erat dengan kekurangan zat gizi mikro, yaitu vitamin A.

baca juga

“Vitamin A itu bermanfaat mencegah morbiditas pada anak Balita. Kalau anak diberi vitamin A dan dikonsumsi dengan baik, bisa disimpan di dalam organ hatinya selama 4-6 bulan. Itu alasannya mengapa pemerintah memiliki program Bulan Vitamin A dua kali dalam setahun yakni Februari dan Agustus”, imbuh dia.

Untuk mencegah penyebaran kasus campak, Doddy mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan imunisasi massal pada seluruh daerah yang terjadi KLB. Selain pemberian vaksin, balita di daerah KLB juga akan diberi vitamin A dengan dosis yang disesuaikan dengan usianya.

“Pastikan, dosis kapsul vitamin A yang diberikan sesuai dengan usia anak. Balita yang telah menerima kapsul vitamin A dalam jangka waktu kurang 30 hari, tidak dianjurkan untuk diberi kapsul vitamin A lagi. Lalu pada saat pemberian vitamin A, pastikan anak tidak sedang mengalami sesak napas berat," tandas Doddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membludak, Pasien Gizi Buruk Anak Asmat Dirawat di Gereja

Membludak, Pasien Gizi Buruk Anak Asmat Dirawat di Gereja

Health | Senin, 22 Januari 2018 | 18:11 WIB

61 Anak Papua Tewas karena Gizi Buruk, Kemenkes Harus Gerak Cepat

61 Anak Papua Tewas karena Gizi Buruk, Kemenkes Harus Gerak Cepat

News | Jum'at, 19 Januari 2018 | 16:29 WIB

Takut, Penumpang Pesawat Ini Nangis Minta 'Turun' saat Mengudara

Takut, Penumpang Pesawat Ini Nangis Minta 'Turun' saat Mengudara

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 15:43 WIB

Mendagri Minta Gubernur Tak Tutupi Kasus Gizi Buruk di Papua

Mendagri Minta Gubernur Tak Tutupi Kasus Gizi Buruk di Papua

News | Senin, 15 Januari 2018 | 11:16 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×