Ditemukan, Terapi Baru Atasi Kanker Limfoma Non-Hodgkin

Ruben Setiawan, Firsta Nodia

Sabtu, 27 Januari 2018 | 15:34 WIB
Ditemukan, Terapi Baru Atasi Kanker Limfoma Non-Hodgkin
Prof. Rummel MJ, MD, PhD, dari Rumah Sakit Universitas Giessen di Jerman dan dokter spesialis hematologi onkologi medik, RS Kanker Dharmais, Hilman Tadjoedin pada acara 'Rudy Soetikno Memorial Lecture' di Bintaro, Tangerang, Sabtu (27/1/2018) yang membahas terapi baru atasi kanker limfoma non-hodgkin. (Suara.com/Firsta Nodia)

Data dari GLOBOCAN pada 2012 menyebutkan bahwa limfoma merupakan salah satu dari sepuluh penyakit yang paling banyak diidap di dunia, namun baru-baru ini ditemukan sebuah terapi baru atasi kanker limfoma. Kematian akibat penyakit ini, masih sangat tinggi, yakni mencapai setengah dari kasus baru. 

Di indonesia sendiri, diperkirakan terdapat lebih dari 14.500 pasien limfoma. Disampaikan dokter spesialis hematologi onkologi medik, RS Kanker Dharmais, Hilman Tadjoedin, limfoma merupakan istilah umum untuk berbagai tipe kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik, yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. 

"Limfoma disebabkan oleh sel-sel limfosit B atau T, yaitu sel darah putih yang dalam keadaan normal atau sehat berfungsi menjaga daya tahan tubuh kita untuk menangkal infeksi bakteri, jamur, dan virus, namun kemudian menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa," ujar dr Hilman pada acara 'Rudy Soetikno Memorial Lecture' di Bintaro, Tangerang, Sabtu (27/1/2018). 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada dasarnya limfoma terbagi menjadi dua tipe yakni limfoma Hodgkin (LH) dan limfoma Non-Hodgkin (LNH). Jenis kanker limfoma non-hodgkin paling banyak diidap yakni sebesar 90 persen, dan sisanya adalah penderita limfoma hodgkin.

"Rata-rata harapan hidup pasien yang terdeteksi kanker limfoma dengan keganasan tertentu adalah lima tahun," tambah dia. 

Namun baru-baru ini sebuah penelitian terkini yang dilakukan Prof. Rummel MJ, MD, PhD, dari Rumah Sakit Universitas Giessen di Jerman, menemukan terapi terbaru dalam mengobati kanker limfoma. Terapi ini adalah obat onkologi Bendamustine. 

Dalam kesempatan yang sama, Prof Rummel menjelaskan bahwa Bendamustine merupakan obat antitumor teralkilasi dengan aktivitas unik yang memiliki cincin benzomidozale menyerupai purine. Dengan pemberian obat ini, Ia menjelaskan, angka kematian pasien lebih sedikit jika dibandingkan dengan angka kematian pasien dengan perawatan CHOP-R. 

"Dari pasien yang mendapat perawatan Bendarnustine R tersebut, sebanyak 73,9 persennya mendapatkan keberlangsungan hidup hingga 10 tahun," tambah dia. 

Selain memperpanjang harapan hidup pasien, Prof Rummel menyebut bahwa terapi terkini berbentuk injeksi ini dapat menurunkan tingkat keganasan kanker limfoma. Dari penelitian yang dilakukannya, 37 pasien yang diobati dengan Bendamustine melaporkan adanya 39 keganasan sekunder, sementara 40 pasien yang mendapatkan perawatan dengan cara lain mendapati 47 keganasan sekunder. 

baca juga

"Data ini menunjukkan bahwa Bendamustine merupakan terapi alternatif terbaik bagi para pasien Limfoma Non Hodgkin," tegasnya. 

Di Indonesia, Bendamustine sudah diproduksi di dengan merek Fonkomustin oleh PT Fonko International dan didistribusikan oleh PT Ferron Par Pharmaceuticals. Krestijanto Pandji selaku Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals mengatakan bahwa saat ini Bendamustine dalam proses masuk dalam formularium nasional agar bisa digunakan pasien BPJS, sehingga dapat digunakan sebagai terapi baru atasi kanker limfoma non-hodgkin.

"Dibandingkan dengan obat original, Bendamustine harganya lebih terjangkau. Visi misi kita memang ingin membuat obat ini bukan hanya komersil tapi bagaimana bisa membantu masyarakat Indonesia mendapatkan kualitas hidup lebih baik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beda Gejala Kanker Limfoma dan TBC, Semua Berawal dari Batuk?

Beda Gejala Kanker Limfoma dan TBC, Semua Berawal dari Batuk?

Health | Kamis, 26 September 2024 | 18:04 WIB

Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin, Penyakit Kanker dengan Diagnosis Paling Rendah: Apa Gejalanya?

Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin, Penyakit Kanker dengan Diagnosis Paling Rendah: Apa Gejalanya?

Health | Selasa, 06 Februari 2024 | 13:04 WIB

Ari Lasso Jalani PET Scan, Begini Prosedur dan Fungsinya untuk Tubuh!

Ari Lasso Jalani PET Scan, Begini Prosedur dan Fungsinya untuk Tubuh!

Health | Jum'at, 22 Juli 2022 | 17:42 WIB

Terkini

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

×