Dikira Keseleo, Ternyata Osteosarcoma atau Kanker Tulang

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 15 Februari 2018 | 18:45 WIB
Dikira Keseleo, Ternyata Osteosarcoma atau Kanker Tulang
Penderitas kanker tulang anak. (suara.com/Firsta Putri)

Suara.com - Nani Inans (21) tak pernah menyangka rasa pegal yang dialaminya tujuh tahun lalu setelah latihan pramuka membuatnya harus kehilangan kaki kanannya. Ya, pada 2012 lalu Nani harus menerima vonis kanker tulang atau osteosarcoma.

"Gejala awalnya cuma pegal-pegal kayak keseleo terus nggak bisa jalan kaki. Salahnya, saya memilih pengobatan urut. Sampai akhirnya setelah urut, malah timbul bengkak," ujar Nani pada temu media peringatan Hari Kanker Anak di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta , Kamis (15/2/2018).

Kondisi bengkak di bawah lututnya kian lama membesar. Ia pun memutuskan untuk mengonsultasikannya ke dokter. Hasil pemeriksaan rontgen menyatakan bahwa Nani menderita kanker osteosarcoma atau kanker tulang pada anak stadium dua.

Padahal, seingat Nani, tidak ada anggota keluarganya yang pernah mengidap kanker. Nani pun menyesal tidak langsung memeriksakan keluhan pegal yang dialaminya dulu ke dokter.

"Harusnya, kalau saya memilih ke dokter waktu itu, maka penyebaran kanker bisa dicegah dan saya tidak harus diamputasi," ucapnya menyesal.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL (K) MARS selaku Direktur Utama RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa kasus yang dialami Nani adalah fenomena yang ada di masyarakat Indonesia. Terkadang banyak masyarakat yang memiliki keluhan tertentu tapi lebih memilih memeriksakannya ke praktik pengobatan tradisional, bukan ke dokter.

"Sering terjadi di masyarakat kita, ada kelainan tulang tapi dipikirnya hanya pegal biasa. Lalu berobat ke dukun sehingga pengobatan jadi terlambat. Tolong masyarakat lebih cerdas kalau ada kelainan mengarah kanker, jangan ke dukun," sambung Prof Kadir.

Ia pun mengimbau agar masyarakat mempercayakan diagnosis pemeriksaan pada dokter. Alasannya, dokter memiliki standar diagnostik tersendiri untuk menegakkan keluhan tersebut mengarah pada kanker atau tidak.

Kini, Nani harus berjuang menjalani hidup dengan satu buah kakinya. Meski demikian hal ini tak menyurutkan niatnya menempuh pendidikan tinggi. Kini Nani tengah menempuh pendidikan sarjana di perguruan tinggi swasta di Jakarta sembari bekerja sebagai staf admin di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia.

baca juga

"Motivasi saya untuk sembuh adalah ibu, karena ibu nggak bisa baca, tulis, tapi punya tekad nyembuhin saya. Sekarang saya aktif kuliah dan kerja," ujarnya menutup pembicaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies: 14 Persen Orang Jakarta Meninggal karena Kanker

Anies: 14 Persen Orang Jakarta Meninggal karena Kanker

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 15:44 WIB

Konsumsi Daging dan Ikan Bisa Bikin Sel Kanker Cepat Menyebar

Konsumsi Daging dan Ikan Bisa Bikin Sel Kanker Cepat Menyebar

Health | Jum'at, 09 Februari 2018 | 10:17 WIB

Bio Farma Kembangkan Obat Kanker Payudara Pengganti Kemoterapi

Bio Farma Kembangkan Obat Kanker Payudara Pengganti Kemoterapi

Health | Kamis, 08 Februari 2018 | 17:49 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×