Patah Hati? Awas Anda Bisa Tewas!

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Kamis, 26 April 2018 | 08:44 WIB
Patah Hati? Awas Anda Bisa Tewas!
Ilustrasi patah hati. (Shutterstock)

Suara.com - Jika pernah mengalami patah hati, tentu Anda akan mengingat rasa sakit dan kesedihan yang menyertainya. Meskipun hati Anda tak benar-benar retak sesuai namanya, stres yang menghinggapi mungkin dapat meningkatkan risiko kematian, seperti diungkapkan penelitian terkini.

Fenomena "sindrom patah hati," yang juga dikenal sebagai kardiomiopati Takotubo ditemukan pertama kali pada 1990 di Jepang. Kondisi ini umumnya mempengaruhi kaum hawa dibandingkan lelaki.

Menurut Dr Nicole Harkin, seorang ahli jantung dan asisten profesor klinis di New York University, sindrom patah hati terjadi ketika fungsi pompa jantung seseorang menurun akibat tekanan fisik atau emosional yang kuat.

"Belum diketahui pasti mengapa itu terjadi, tetapi diduga karena efek merugikan dari gelombang katekolamin," ujar Harkin.

Sindrom patah hati ini umumnya sulit didiagnosis karena gejalanya hampir identik dengan serangan jantung, termasuk dapat menyebabkan nyeri dada atau sesak napas. Namun, Harkin menegaskan bahwa patah hati berbeda dari serangan jantung karena tidak ada bukti penyumbatan di arteri koroner pada angiografi.

"Sindrom patah hati juga memiliki penampilan khas jika dilihat pada echocardiogram," tambah dia.

Sindrom jantung rusak dapat menyebabkan kematian meski jarang terjadi. Dibanding pada lelaki, kasus kematian akibat patah hati lebih banyak dialami kaum hawa.

Hal ini dibuktikan oleh hasil studi Harvard University Medical School, di mana 90 persen dari kasus sindrom patah hati adalah perempuan berusia 58 hingga 75 tahun. Penelitian menunjukkan lima persen perempuan yang memiliki gejala awal seperti serangan jantung, menderita sindrom patah hati.

Dalam banyak kasus, Dr Harkin mengatakan bahwa umumnya orang yang mengalami sindrom patah hati dapat pulih selama beberapa minggu, usai kejadian yang membuatnya sedih atau merasa kehilangan.

baca juga

Namun dalam kasus yang parah, sindrom patah hati dapat menyebabkan kematian mendadak, dengan gagal jantung terjadi pada sekitar 20 persen pasien. Sindrom ini juga dapat menyebabkan efek jangka panjang pada kesehatan jantung. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fisik Anda Akan Begini saat Anda Patah Hati

Fisik Anda Akan Begini saat Anda Patah Hati

Health | Senin, 19 Februari 2018 | 12:00 WIB

Sedihnya, Anjing Ini Mati karena Patah Hati

Sedihnya, Anjing Ini Mati karena Patah Hati

Lifestyle | Kamis, 23 November 2017 | 14:06 WIB

Hewan Peliharaan Mati, Jantung Perempuan Ini Rusak , Kok Bisa?

Hewan Peliharaan Mati, Jantung Perempuan Ini Rusak , Kok Bisa?

Health | Minggu, 22 Oktober 2017 | 19:20 WIB

Susah 'Move On' dari Mantan? Solusi Perempuan Ini Patut Dicoba!

Susah 'Move On' dari Mantan? Solusi Perempuan Ini Patut Dicoba!

Lifestyle | Selasa, 05 September 2017 | 20:21 WIB

Inspiratif! Cara Unik Ibu Ini Hibur Putrinya yang Patah Hati

Inspiratif! Cara Unik Ibu Ini Hibur Putrinya yang Patah Hati

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:49 WIB

Cara Unik Perempuan Ini "Move On" Layak Ditiru

Cara Unik Perempuan Ini "Move On" Layak Ditiru

Lifestyle | Rabu, 20 Januari 2016 | 11:57 WIB

Terkini

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 21:34 WIB

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:25 WIB

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:22 WIB

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 21:15 WIB

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain  Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 21:08 WIB

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 21:05 WIB

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:02 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:01 WIB

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 20:53 WIB

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen

Bogor | Sabtu, 05 September 2026 | 20:49 WIB

×