Bantal Dapat Memicu Anda Jatuh Sakit

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 03 Mei 2018 | 08:53 WIB
Bantal Dapat Memicu Anda Jatuh Sakit
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Bantal merupakan sumber kenyamanan saat tubuh bersandar di kasur, dan turut berperan dalam menciptakan tidur berkualitas. Namun di satu sisi, bantal juga bisa memicu seseorang jatuh sakit.

Ada beberapa alasan yang membuat bantal justru dapat menjadi pemicu dari berbagai masalah kesehatan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman Medical Daily.

1. Kekakuan sendi
Jika Anda terbangun dengan sendi yang kaku di pagi hari, maka salahkanlah bantal Anda. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan ketegangan otot dan membuat Anda terbangun dengan leher kaku dan nyeri bahu di keesokan harinya.

2. Jerawat
Menurut dokter kulit Dr. David Bank dari Pusat Dermatologi Kosmetik dan Bedah Laser di New York, jerawat mekanika adalah jenis jerawat yang dipicu oleh gesekan atau karena bahan tertentu menyentuh wajah.

"Ketika sarung bantal Anda tidak dicuci atau diganti secara teratur, tumpukan kotoran dan minyak di kulit dan rambut Anda yang menyentuh bantal akan kembali menyentuh kulit Anda dan memicu jerawat," jelasnya.

3. Gangguan tidur
Jika Anda terus-menerus harus menyesuaikan kembali bantal Anda ketika mencoba untuk tidur, maka itu tandanya masa pakai bantal Anda telah habis. Tidur di atas bantal yang sudah habis masa pakainya dapat menyulitkan otak dan tubuh untuk rileks, yang pada gilirannya dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan memicu kelelahan di siang hari.

4. Alergi
Bantal dapat menjadi tempat hidup dari tungau debu. Jika Anda tidak rajin membersihkannya, maka tungau ini akan menjadi pemicu alergi. Beberapa tanda jika Anda mengidap alergi tungau antara lain sesak di dada, serta gatal pada mata, hidung, dan tenggorokan.

5. Bayi mati lemas
Para ahli telah mengingatkan orangtua untuk mencegah bayi tidur menggunakan bantal. Gerak refleksnya saat tidur dikhawatirkan dapat menyebabkan bantal berubah posisi dan menutupi area wajahnya. Risiko yang paling bahaya dari kebiasaan ini adalah Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yakni kondisi di mana bayi mati lemas karena kekurangan oksigen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Bantal Pintar Agar Bayi Tak Miliki Kepala Peyang

Ada Bantal Pintar Agar Bayi Tak Miliki Kepala Peyang

Health | Kamis, 25 Januari 2018 | 11:45 WIB

Wow, Bantal Ternyata Benda Paling Kotor di Kamar

Wow, Bantal Ternyata Benda Paling Kotor di Kamar

Health | Kamis, 16 November 2017 | 08:33 WIB

Kenapa Naik Pesawat Bisa Bikin Anda Jatuh Sakit?

Kenapa Naik Pesawat Bisa Bikin Anda Jatuh Sakit?

Health | Rabu, 11 Oktober 2017 | 08:58 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB