Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Batuk

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 13 Mei 2018 | 08:30 WIB
Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Batuk
Ilustrasi perempuan menderita flu dan batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Batuk memang sangat mengganggu bagi diri sendiri, serta dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitar, karena khawatir terhadap virus yang akan tersebar.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi dan polusi. Untuk meredakannya, selain mengonsumsi obat, ternyata ada juga makanan yang harus dihindari saat batuk.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa beberapa kandungan dalam makanan tertentu dapat memicu dan memperburuk pertumbuhan lendir di sekitar rongga pernapasan. Apa saja jenis makanan yang harus dihindari saat batuk? Berikut daftarnya yang dihimpun Go Dok.

1. Susu dan Olahannya
Batuk sering datang beriringan dengan dahak sehingga sangat mengganggu aktivitas dan membuat Anda tidak nyaman untuk istirahat di malam hari.

Jika Anda memiliki masalah seperti ini, sebaiknya menghindari makanan-makanan yang bisa memicu produksi lendir yang berlebihan, seperti susu.

Jurnal Medical Hypotheses yang diluncurkan pada 2009 menyebutkan bahwa orang-orang yang meminum susu atau mengonsumsi makanan dari olahan susu memiliki produksi lendir yang lebih banyak di sekitar rongga pernapasannya, termasuk tenggorokan dan paru-paru.

Nah, produksi lendir akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya inflamasi dalam saluran pernapasan tersebut. Jadi, hindari meminum susu dulu ya ketika Anda batuk.

2. Kacang atau makanan penyebab alergi
Makanan yang harus dihindari saat batuk selanjutnya ada kacang dan segala jenis makanan penyebab alergi. Batuk dan pilek seringkali dianggap sebagai bentuk dari gejala alergi. Selain itu, lendir yang

keluar dari dalam saluran pernapasan juga sering muncul bersamaan dengan penyakit asma. Nah, rupanya kacang merupakan salah satu pemicu paling umum dari gejala-gejala ini, lho.

Para peneliti di bidang kesehatan menyarankan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat batuk.

Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa saja dianggap sebagai alergen dan gejala yang timbul juga bisa bervariasi, mulai dari yang ringan seperti bersin dan batuk, hingga dalam kondisi parah seperti kejang-kejang dan pingsan.

Tiga jenis kacang lentil. (Wikipedia)

3. Makanan Berkafein
Produk yang berasal dari kopi juga menjadi jenis makanan yang harus dihindarisaat batuk, ya. Pasalnya, kafein yang berasal dari kopi menjadi salah satu pemicu dehidrasi, karena memicu tubuh untuk mengeluarkan cairan dalam tubuh melalui urin.

Akibat dari tubuh yang kekurangan cairan, dapat memicu produksi lendir yang berlebihan, lho. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh ingin menjaga bagian tubuh seperti hidung dan tenggorokan, mengalami penurunan pada tingkat kelembapannya. Maka dari itu, lendir diproduksi untuk menjaga bagian-bagian tersebut tetap lembab.

Dengan begini, menghindari produk berkafein akan menjaga tubuh selalu terhidrasi, dan produksi lendir yang menyebabkan batuk pun bisa berkurang.

Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)

4. Makanan siap saji
Menurunnya sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu penyebab dari batuk yang Anda derita. Sementara itu, kekurangan nutrisi bisa menyebabkan kekuatan imun tubuh berkurang.

Nah, British Journal of Nutrition yang dipublikasikan pada tahun 2002 menyebutkan bahwa makanan siap saji tidak memberikan Anda nutrisi yang cukup untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, menghindari makanan siap saji bisa membantu Anda untuk pulih dari batuk.

Ilustrasi seorang perempuan menikmati burger. [Shutterstock]

Itu dia bebebarapa jenis makanan yang harus dihindari saat batuk. Selain menghindari makanan tersebut, jangan lupa untuk mengunjungi dokter jika batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. Mengapa? Karena bisa jadi ada penyakit berbahaya lainnya yang sedang mengintai Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batuk Berdahak hingga Nyeri Dada, Apa Penyebabnya?

Batuk Berdahak hingga Nyeri Dada, Apa Penyebabnya?

Health | Rabu, 21 Maret 2018 | 18:03 WIB

Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspadai TBC

Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspadai TBC

Health | Rabu, 21 Maret 2018 | 12:30 WIB

Ini 5 Bahan Makanan yang Ada di Kulkas Seorang Nutrisionis

Ini 5 Bahan Makanan yang Ada di Kulkas Seorang Nutrisionis

Lifestyle | Kamis, 01 Maret 2018 | 17:57 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB