Tentang Melanoma, Kanker Kulit Ganas yang Diderita Adara Taista

Ririn Indriani

Selasa, 22 Mei 2018 | 11:25 WIB
Tentang Melanoma, Kanker Kulit Ganas yang Diderita Adara Taista
Adara Taista (Instagram)

Faktor Risiko
Pertumbuhan kanker ini berkembang saat kerusakan DNA pada sel kulit tidak diperbaiki (paling sering disebabkan oleh radiasi ultraviolet dari sinar matahari) yang memicu mutasi (cacat genetik) sehingga menyebabkan sel kulit berkembang dengan cepat dan membentuk tumor ganas.

Tumor ini berasal dari melanosit yang memproduksi pigmen. Melanoma disebabkan terutama oleh paparan sinar UV yang terus-menerus, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.

Sedangkan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian melanoma, sebagai berikut:

1. Riwayat keluarga
Pada 5-10 persen pasien dengan penyakit ini ternyata memiliki riwayat keluarga pendeita melanoma, setidaknya satu orang saja yang mengalami melanoma di keluarga, memiliki risiko lebih tinggi 2,2 kali lipat.

2. Karakteristik pribadi
Faktor risiko menjadi lebih besar ketika seseorang memiliki mata biru, rambut cerah dan atau merah, kulit terang, reaksi kulit berlebihan terhadap sinar matahari (mudah terbakar matahari), bintik-bintik di wajah, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (pasien setelah transplantasi, memiliki penyakit keganasan).

3. Terkena paparan sinar matahari terus menerus
4. Memiliki beberapa tahi lalat besar atau banyak.
5. Memiliki riwayat keluarga tahi lalat yang tidak biasa (sindrom nevus atipikal).

Gejala
Melanoma dapat berkembang di bagian tubuh manapun, namun paling sering muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti punggung, kaki, lengan dan wajah.
Melanoma juga bisa terjadi di daerah yang tidak banyak terpapar sinar matahari, seperti telapak kaki, telapak tangan dan kuku. Hal ini biasanya disebut melanoma tersembunyi dan ini lebih sering terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap.

Tanda dan gejalanya yang pertama adalah terjadi perubahan pada tahi lalat yang ada. Namun, tidak selalu dimulai sebagai tahi lalat, tetapi bisa juga muncul pada kulit normal.

Pasien biasanya memiliki tahi lalat yang telah berubah dalam ukuran, warna, kontur, atau konfigurasi. “ABCDE” adalah cara yang mudah untuk mengingat gejala tahi lalat yang menunjukkan ke arah keganasan. ABCDE singkatan dari:

A: Assimetry (tidak simetris). Bentuk tahi lalat yang tidak beraturan, seperti dua bagian yang tampak sangat berbeda.

B: Border (tepi). Batas tahi lalat yang tidak teratur, berlekuk atau bergerigi merupakan ciri khas melanoma.

C: Color (warna). Tahi lalat berubah warna, memiliki banyak warna, atau distribusi warna yang tidak merata.

D: Diameter. Waspadai pertum uhan tahi lalat baru yang ukurannya lebih dari 6 milimeter (0.6 cm).

E: Evolving (mengembang). Pertumbuhan tahi lalat atau perubahan tahi lalat dari segi ukuran, warna, dan bentuk patut dicurigai. Bisa juga muncul gejala seperti gatal atau berdarah.

Diagnosis
Pemeriksaan pada kulit digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosa penyakit ini. Jika ditemukan tahi lalat, perubahan pada pigmen kulit atau kulit terlihat abnormal, tes dan prosedur berikut dapat membantu mendiagnosanya:

1. Pemeriksaan kulit oleh dokter. Dokter akan memeriksa tahi lalat, tanda lahir, atau daerah berpigmen lainnya yang terlihat abnormal dari segi warna, ukuran, bentuk, atau tekstur.

2. Biopsi: Prosedur untuk menghilangkan jaringan abnormal dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya. Jaringan ini nantinya akan diteliti lebih lanjut -oleh seorang ahli patologi di bawah mikroskop untuk memeriksa ada atau tidaknya sel kanker.

Jika diagnosis melanoma sudah tegak, langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat (stadium) kanker. Untuk menetapkan stadium, maka akan dilakukan :

1. Mengukur ketebalan. Ketebalan melanoma ditentukan dengan memeriksa melanoma di bawah mikroskop dan mengukurnya dengan alat khusus (mikrometer). Ketebalannya membantu dokter menentukan rencana perawatan. Secara umum, semakin tebal tumornya, semakin parah penyakitnya.

2. Untuk mengetahui apakah melanoma telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dokter bedah akan merekomendasikan prosedur yang dikenal sebagai biopsi nodus sentinel.

Penanganan
Penanganan terhadap melanoma dibagi menjadi 2, yaitu:

Penanganan tahap awal

1. Pengobatan untuk tahap awal biasanya mencakup pembedahan untuk menghilangkannya. Melanoma yang sangat tipis dapat diangkat seluruhnya selama biopsi dan tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut. Untuk penderita tahap awal, ini mungkin satu-satunya perawatan yang dibutuhkan.
2. Mengobati melanoma yang telah menyebar di luar kulit.

Jika telah menyebar di luar kulit, pilihan pengobatan mungkin termasuk:

1. Pembedahan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang terlibat.
2. Obat-obatan kemoterapi dapat berupa suntukan dan atau pil.
3. Perawatan ini menggunakan balok energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker.
4. Terapi biologis. Terapi biologis meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda untuk membantu tubuh Anda melawan kanker.
5. Targeted therapy. Terapi yang ditargetkan menggunakan obat yang dirancang untuk menargetkan kerentanan spesifik pada sel kanker.

Komplikasi
Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya jika tidak diobati karena bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Rencana terapi dan respons terhadap pada setiap orang akan berbeda, tergantung pada lokasi, stadium, dan jenis melanoma yang telah terdiagnosis. Beberapa masalah yang mungkin dihadapi pasca perawatan meliputi:

1. Timbulnya jaringan parut
2. Lymphoedema
3. Gangguan emosional dan psikologis seperti depresi dan kecemasan
4. Efek samping pengobatan jangka panjang.

Jika pernah mengalami melanoma sebelumnya terjadinya kekambuhan lebih besar. Namun, kemungkinan kekambuhannya lebih tinggi jika melanoma sebelumnya tersebar luas dan parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Fakta Tentang Adara Taista yang Perlu Diketahui

Tujuh Fakta Tentang Adara Taista yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Senin, 21 Mei 2018 | 14:39 WIB

Sebelum Meninggal Adara Taista Sempat Sahur dan Salat Subuh

Sebelum Meninggal Adara Taista Sempat Sahur dan Salat Subuh

News | Senin, 21 Mei 2018 | 14:36 WIB

Kenangan Velove Vexia dengan Almarhumah Adara Taista

Kenangan Velove Vexia dengan Almarhumah Adara Taista

Entertainment | Senin, 21 Mei 2018 | 13:58 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×