Saat Sedih dan Stres, Anak-Anak Bisa Melarikan Diri ke Makanan

Vania Rossa

Kamis, 21 Juni 2018 | 09:30 WIB
Saat Sedih dan Stres, Anak-Anak Bisa Melarikan Diri ke Makanan

Suara.com - Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami apa yang disebut emotional eating atau makan secara emosional, yaitu sikap beralih ke makanan ketika mereka merasa stres atau kesal. Dan perilaku ini ternyata mereka pelajari dari orang dewasa di sekitarnya, atau bahkan mereka warisi dari orangtuanya.

Sebuah studi yang dilakukan University College London (UCL), yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Pediatric Obesity, menemukan bahwa penyebab utama dari makan emosional ini adalah lingkungan rumah dan sebagian besar karena kebiasaan orangtua yang kerap memberi anak-anak makanan untuk membuat mereka merasa lebih baik.

Penelitian baru ini didasarkan pada studi UCL sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2017, yang menyoroti efek kuat dari lingkungan rumah pada kebiasaan makan emosional.

"Mengalami stres dan emosi negatif dapat memiliki efek yang berbeda pada selera makan," kata Dr. Moritz Herle, UCL Great Ormond Street, Institut Kesehatan Anak, yang memimpin penelitian.

“Beberapa orang mengidamkan camilan favorit mereka, sementara yang lain kehilangan keinginan untuk makan sama sekali ketika merasa stres atau sedih. Penelitian ini mendukung temuan kami sebelumnya yang menunjukkan bahwa emosi anak-anak yang berlebihan dan kurang makan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan,” katanya.

Studi ini mengamati 398 anak kembar berusia empat tahun dari Twins Early Development Study (TEDS), setengahnya berasal dari keluarga dengan orangtua gemuk dan setengahnya lagi berasal dari orangtua dengan berat badan yang sehat.

Orangtua melaporkan kebiasaan makan dan kecenderungan anak-anak mereka untuk makan secara emosional. Para peneliti kemudian membandingkan data antara kembar identik dan non-identik bersama dengan tingkat makan emosional mereka dan menemukan perbedaan yang sangat sedikit.

Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan lebih merupakan faktor daripada gen. Para peneliti menjelaskan bahwa emosi berlebihan dan kurang makan dapat berlanjut sampai mereka dewasa dan menjadi faktor risiko untuk perkembangan obesitas atau gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia.

"Kami sebenarnya tidak tahu banyak tentang konsekuensi kesehatan fisik dan mental dari makan emosional di masa kanak-kanak, karena studi yang melacak anak-anak itu selama bertahun-tahun belum dilakukan," kata Dr. Clare Llewellyn dari UCL Institute of Epidemiology & Health, peneliti senior.

baca juga

"Memahami bagaimana kecenderungan ini berkembang sangat penting, karena membantu para peneliti untuk memberikan saran tentang bagaimana mencegah atau mengubahnya, dan di mana harus memfokuskan penelitian di masa depan," kata Dr. Clare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Rewel, Jangan Sogok Anak dengan Camilan, Mengapa?

Saat Rewel, Jangan Sogok Anak dengan Camilan, Mengapa?

Health | Rabu, 26 April 2017 | 16:26 WIB

Anak Susah Makan, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Anak Susah Makan, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Health | Jum'at, 24 Februari 2017 | 19:17 WIB

Coba Tips Ini Bila Anak Tak Doyan Sayur dan Buah

Coba Tips Ini Bila Anak Tak Doyan Sayur dan Buah

Health | Rabu, 16 November 2016 | 20:16 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×