alexametrics

Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Vania Rossa | Risna Halidi
Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi bedak talek. (Shutterstock)

Seorang perempuan di Amerika Serikat telah diagnosis kanker ovarium karena dugaan paparan abu pada bedak talek.

Suara.com - Masih suka menggunaan bedak tabur atau yang lebih sering dikenal senagai talek? Hati-hati, ya, pasalnya, seorang perempuan di Amerika Serikat telah diagnosis kanker ovarium karena dugaan paparan abu pada bedak talek.

Dilasir dari Daily Mail, pengacara korban yang bekerja sama dengan seorang ahli kanker mesothelioma coba mengungkap fakta tersebut secara ilmiah.

Menurut Phillip Gower, seorang ahli mesothelioma, kasus seperti ini perlu mendapat perhatian luas dari masyarakat. "Ada masalah besar di luar sana. Sejauh ini kita hanya melihat permukaan. Ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan pun," kata Gower.

Ia percaya banyak orang tidak menyadari bahwa menggunakan bedak talek bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Parahnya lagi, bedak talek bukan hanya digunakan oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.

Baca Juga: Dikejar Warga, Pencuri Kotak Amal Tabrak Sepeda Motor

"Mereka seharusnya diberitahu tentang risiko ini, tetapi sampai sekarang mereka tidak tahu betapa bahayanya bedak talek," tegas Gower.

Bedak talek yang beredar di pasaran terbuat dari talc atau mineral lunak yang mengandung debu berbahaya di dalamnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ada risiko kontaminasi silang selama proses pembuatan. Paparan serat debu inilah yang dikaitkan dengan mesothelioma, sejenis kanker agresif yang berkembang pada lapisan paru-paru, perut, atau jantung.

Sementara itu, lembaga kesehatan American Cancer Society memberikan pernyataan bahwa belum ada kepastian jelas apakah talc bisa meningkatkan pertumbuhan sel kanker, khususnya di ovarium.

Tetapi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, sebuah cabang dari Organisasi Kesehatan Dunia, mengklasifikasikan bahwa bedak ini mengandung debu yang bersifat karsinogenik bagi manusia.

Baca Juga: Begini Cara Atasi Berbagai Masalah Rambut Usai Pesta

Meski begitu, Profesor Paul Pharoah, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Cambridge, tidak melihat hubungan kuat antara talc dan kanker ovarium.