Duh, Menghirup Polusi Bisa Picu Diabetes

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 03 Juli 2018 | 17:30 WIB
Duh, Menghirup Polusi Bisa Picu Diabetes
Ilustrasi lelaki terpapar polusi (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes selama ini sering dikaitkan dengan perilaku tak sehat seperti banyak mengonsumsi makanan tinggi gula. Namun sebuah penelitian terkini menyebut bahwa paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet Planetary Health ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara polusi udara dan diabetes. Dr. Ziyad Al-Aly, peneliti senior dari Washington University, mengatakan bahwa temuan ini menegaskan partikel yang dihirup selama ini tidak hanya memengaruhi kesehatan paru tapi juga kerja insulin.

"Sepuluh atau 15 tahun yang lalu, kami berpikir bahwa polusi udara menyebabkan pneumonia, asma, dan bronkitis. Tidak lebih dari itu," kata Philip Landrigan, dekan di Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai di New York.

Menurut penelitian sebelumnya, partikel di udara seperti debu mikroskopis, asap, dan jelaga dapat masuk dan menyebar melalui aliran darah dan paru-paru. Pada gilirannya, hal ini dapat memengaruhi fungsi organ seperti jantung dan ginjal.

"Kami sekarang tahu bahwa polusi udara adalah penyebab penting dari penyakit jantung dan stroke, serta berkontribusi terhadap penyakit paru-paru kronis, kanker paru-paru, dan penyakit ginjal kronis," ujar Landrigan.

Ia menambahkan, polusi udara dapat mengurangi produksi insulin dan memicu peradangan dalam tubuh. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pengubahan glukosa darah menjadi energi yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko diabetes.

"Dalam skala global, polusi udara diperkirakan telah menyumbang 14 persen dari semua kasus diabetes baru pada tahun 2016, atau sekitar 3,2 juta kasus diabetes," tambah dia.

Negara berpenghasilan rendah seperti India, menghadapi risiko lebih besar karena memiliki level cemaran udara yang tinggi. Begitu juga dengan negara-negara yang dilanda kemiskinan seperti Afghanistan, Papua Nugini, dan Guyana.

Sementara itu, negara-negara kaya seperti Perancis, Finlandia, dan Islandia menghadapi risiko yang lebih rendah, sementara Amerika Serikat menghadapi risiko sedang. Di antara penduduk Amerika, 150 ribu kasus baru diabetes per tahun dikaitkan dengan polusi udara.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wah, Daun Jambu Biji Bisa Mengobati Diabetes

Wah, Daun Jambu Biji Bisa Mengobati Diabetes

Health | Senin, 02 Juli 2018 | 13:23 WIB

Tiga Minyak Goreng Ini Paling Sehat untuk Penderita Diabetes

Tiga Minyak Goreng Ini Paling Sehat untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 14 Juni 2018 | 19:15 WIB

Beras Berbahan Baku Ubi Garut Ini Cocok untuk Penderita Diabetes

Beras Berbahan Baku Ubi Garut Ini Cocok untuk Penderita Diabetes

Health | Senin, 04 Juni 2018 | 17:00 WIB

Terkini

Legenda Manchester United Bakal Hadir di Jakarta, Strategi Wisata Olahraga Disiapkan

Legenda Manchester United Bakal Hadir di Jakarta, Strategi Wisata Olahraga Disiapkan

Bola | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED

Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Jajal Kandang Persija, Calon Srikandi Merah Putih Unjuk Gigi di di Festival SenengSoccer 2026

Jajal Kandang Persija, Calon Srikandi Merah Putih Unjuk Gigi di di Festival SenengSoccer 2026

Bola | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:22 WIB

93.719 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Bogor hingga September 2026

93.719 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Bogor hingga September 2026

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Dari Pola Sahur hingga Mudik, Data Telekomunikasi Jadi Senjata Iklan Digital

Dari Pola Sahur hingga Mudik, Data Telekomunikasi Jadi Senjata Iklan Digital

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

5 Zodiak yang Kalau Marah Suka Langsung Block dan Unfollow Sosmed

5 Zodiak yang Kalau Marah Suka Langsung Block dan Unfollow Sosmed

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi

Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Usai Usir Wawali Armuji dan Wabup Mimik, WNA Suriah Diamankan Imigrasi

Usai Usir Wawali Armuji dan Wabup Mimik, WNA Suriah Diamankan Imigrasi

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:48 WIB

×