Ini Posisi dan Pelekatan Tepat untuk Bayi Menyusui

Rabu, 18 Juli 2018 | 19:01 WIB
Ini Posisi dan Pelekatan Tepat untuk Bayi Menyusui
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orangtua, khususnya ibu, haruslah memahami berbagai informasi penting dan praktik yang tepat dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi mereka. Menurut dr. Elizabeth Yohmi SpA, Ketua SATGAS ASI Indonesia, ini sangat berguna untuk mengurangi angka kematian akibat praktik yang salah dalam pemberian nutrisi bagi bayinya.

Menyusui sendiri, lanjut dr. Yohmi, sama dengan seni. Karenanya, para ibu haruslah mengetahui informasi-informasi yang bermanfaat mengenai ASI dan menyusui. Salah satunya adalah posisi menyusui dan pelekatan yang menjadi kunci utama dari menyusui.

"Kalau posisinya tepat, menyusui pasti akan berjalan lancar. Sebaliknya, kalau tegang, ini tentu akan menyulitkan. Untuk itu, ibu harus memahami posisi menyusui yang tepat, agar nutrisi dari ASI benar-benar didapatkan bayi, ibu juga jadi nggak drama karena puting lecet, berdarah dan sebagainya," ujar dia dalam acara kampanye #gembiramenyusui bersama Mothercare Indonesia di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Lantas, bagaimana posisi menyusui yang tepat? Pertama, kata dr. Yohmi adalah wajah bayi haruslah menghadap ke payudara.

Selanjutnya, perut atau dada bayi menempel pada perut atau dada ibu. Sehingga seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu hingga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi, dan leher bayi berada dalam posisi lurus.

Selain itu, posisi lainnya yang harus diperhatikan adalah punggung bayi yang tersanggah dengan baik, bukan kepala. Dengan posisi di atas, lanjut dia, bayi akan mudah dalam menghisap dan prises pelekatan pun sempurna. Sama saja seperti saat orang dewasa minum dengan menggunakan gelas, posisinya pasti sedikit tegak dan lurus ke depan, gelas atau payudara tidak berada di samping mulut.

"Aerola juga harus ikut terhisap karena di situ letaknya ASI, bukan di puting, sehingga dia menyusui 15-30 menit saja sudah cukup. Kalau hanya puting, pasti bayi menyusui tidak cukup, menyusu bisa berjam-jam, bayi susah kenyang, akibatnya dia rewel, puting ibu lecet, ibu kapok menyusui," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI