Waspada Nyeri Leher yang Bisa Berujung Lumpuh!

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Jum'at, 03 Agustus 2018 | 18:42 WIB
Waspada Nyeri Leher yang Bisa Berujung Lumpuh!
Ilustrasi nyeri leher dan pinggang. (Shutterstock)

Suara.com - Siti Roniah mengalami nyeri kepala alias pusing selama 20 tahun. Setiap kali mendatangi dokter, Ia hanya didiagnosa ada permasalahan di punggung. Ada pula dokter yang mengatakan bahwa sumber permasalahan nyeri yang diderita Siti ada di tulang leher. Ketika ditawari tindakan operasi, Ia menolak karena nenganggap operasi bagian leher bisa memicu kelumpuhan.

Disampaikan dr M. Sofyanto SpBS, dari National Hospital Surabaya, nyeri leher merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami banyak orang. Bahkan, tak sedikit yang sudah tak kuasa menanggung rasa nyeri hebat hingga berniat mengakhiri hidup.

"Ada seorang pasien saya yang nyeri hebat, bahkan kalau dipijat mintanya lelaki karena dianggap lebih ampuh. Tapi ternyata tidak. Sampai dia mau bunuh diri. Ketika saya periksa bantalan lehernya rusak atau juga kerap disebut leher kecetit," ujar dr Sofyan dalam temu media di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Bantalan leher yang rusak, kata dr Sofyan, memicu rasa nyeri karena menekan saraf dan sumsum. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi organ gerak tubuh lainnya seperti tangan dan kaki.

"Leher selain menyangga kepala dia juga melindungi sumsum saraf di tengah lewat bantalan leher. Ketika bantalan leher rusak maka tulang akan menekan saraf dan sumsum. Kalau leher terganggu, maka dua tangan dan dua kakinya bisa lumpuh karena semua perintah otak lewat sumsum tulang," tambah dia.

Untuk mengatasi bantalan leher yang rusak, ada dua tindakan yang bisa dipilih pasien. Pertama, tindakan konvensional melalui operasi bernama Fusion. Dalam tindakan ini, tulang-tulang yang mengalami pengapuran akan dilonggarkan, kemudian bantalan diganti.

"Biasanya, diambil dari tulang pinggul ditanam ke leher lalu pakai penyangga leher dua sampai tiga bulan. Biasanya, pasien akan tersiksa karena lehernya tidak bisa bergerak. Sekarang sih sudah maju, bisa diganjal pakai titanium tapi tetap leher tegak dan risiko beban ke tulang lainnya bisa 2,3 kali lipat lebih berat," tambah dia.

Nah, untuk metode terbaru yakni mobile. Pasien bisa langsung beraktivitas keesokan harinya setelah operasi. Tindakan ini, kata dr Sofyan, bernama mobile discoplasty di mana merupakan bedah mikro sehingga tidak memerlukan jahitan dan minim rasa nyeri.

"Kami membawa teknologi ini dari Perancis. Jadi irisannya hanya tiga senti, bantalan diganti baru tinggal diselipkan ke tulang leher tanpa jahitan tanpa nyeri. Pulang sudah nggak perlu kontrol, besoknya sudah bisa beraktivitas seperti biasa," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Ini Pura-pura Lumpuh Belasan Tahun demi Tunjangan Miliaran

Lelaki Ini Pura-pura Lumpuh Belasan Tahun demi Tunjangan Miliaran

Health | Rabu, 07 Februari 2018 | 20:45 WIB

Trenyuh, Lelaki Ini Berkostum Perempuan demi "Obati" Anaknya

Trenyuh, Lelaki Ini Berkostum Perempuan demi "Obati" Anaknya

Health | Rabu, 20 September 2017 | 07:00 WIB

Punggung Belakang Kena Tombak, Anggota TNI Papua Lumpuh

Punggung Belakang Kena Tombak, Anggota TNI Papua Lumpuh

News | Jum'at, 11 Agustus 2017 | 06:14 WIB

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Health | Sabtu, 11 Maret 2017 | 07:06 WIB

Hati-hati, Pijat di Bagian Ini Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Hati-hati, Pijat di Bagian Ini Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Health | Senin, 24 Oktober 2016 | 15:30 WIB

Lelaki Ini Tidak Lumpuh Lagi dan Bisa Berjalan

Lelaki Ini Tidak Lumpuh Lagi dan Bisa Berjalan

Health | Selasa, 21 Oktober 2014 | 17:43 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×