Ini 8 Tanda Tubuh Sudah Kelebihan Konsumsi Gula

Silfa Humairah Utami | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Minggu, 26 Agustus 2018 | 16:07 WIB
Ini 8 Tanda Tubuh Sudah Kelebihan Konsumsi Gula
ilustrasi kecanduan makanan manis. (shutterstock)

Suara.com - Ditinjau lebih jauh bagaimana gula atau makanan manis yang Anda konsumsi memengaruhi kesehatan tubuh, mungkin pandangan Anda tentang gula akan berubah.

Nah, untuk mengetahui apakah konsumsi gula Anda aman atau sudah berlebihan sehingga berisiko diabetes, berikut tanda-tandanya seperti dilansir Self.

Selalu ingin yang manis-manis

Semakin banyak Anda mengonsumsi gula, semakin tinggi keinginan untuk mengonsumsinya lagi.

“Terus-terusan menginginkan gula adalah salah satu tanda Anda sudah mengonsumsi gula berlebih, maka menjadi siklus dan adiktif,” kata Brooke Alpert, MS, RD, penulis The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger.

Ini bukan soal selera, tetapi Anda sudah ada di fase butuh asupan gula yang lebih banyak.

"Dengan mengonsumsi makanan tinggi gula, menyebabkan respons hormonal dalam tubuh seperti gelombang, yang menyebabkan kondisi tubuh naik-turun dan memicu keinginan lebih tinggi lagi.”

Merasa lesu sepanjang hari

"Energi paling stabil adalah ketika kadar gula darah stabil, jadi ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula, maka tinggi dan terendahnya kadar gula darah memengaruhi tertinggi dan terendah energi dalam tubuh," kata Alpert.

Mengonsumsi banyak gula berarti kemungkinan Anda tidak mengonsumsi protein dan serat yang cukup,

Timbul jerawat tak berkesudahan

“Beberapa orang dengan kulit sensitif akan mengalami lonjakan insulin dari asupan gula, yang dapat memicu kaskade hormon penyebab jerawat atau rosacea timbul," kata Rebecca Kazin, MD, dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery dan Johns Departemen dermatologi Hopkins.

Pesta gula akan berdampak di wajah hanya dalam beberapa hari.

Jika kulit Anda tidak susah diatur, Kazin merekomendasikan kurangi konsumsi gula.

Tetapi jia Anda tidak bisa diatur, mungkin masalah jerawat di wajah tidak akan tuntas sampai ke akar-akarnya.

Lebih murung dari biasanya

Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan membuat Anda cepat emosi.

Belum lagi, jika energi juga menumpuk, Anda jadi lebih banyak menunjukkan sikap buruk.

Berat badan bertambah

Kelebihan gula berarti kelebihan kalori, karena tidak adanya protein atau serat yang masuk ke tubuh.

Sehingga Anda tidak akan kenyang saat mengonsumsi makanan manis, dan akan terus memakannya.

Ini juga memicu pelepasan insulin, hormon yang memainkan peran besar dalam kenaikan berat badan dan diabetes.

Ketika makan gula, pankreas melepaskan insulin yang membawa gula ke organ-organ tubuh sehingga menjadi energi.

Ketika makanan makanan mengandung gula, tubuh Anda diberitahu untuk memproduksi lebih banyak insulin, seiring waktu, output yang berlebihan itu dapat menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin, berarti tubuh kita tidak dapat merespon jumlah insulin yang normal dengan benar.

Bertambahnya berat badan hanya awal dari efek mengonsumsi terlalu banyak kalori dari gula diperparah oleh gangguan terhadap respons insulin normal (ada hubungan antara resistensi insulin dan obesitas).

Terlebih lagi, ketika pankreas bekerja terlalu cepat untuk waktu yang lama Anda dapat mengalami diabetes tipe 2.

Banyak gigi berlubang

Ketika bakteri berakibat pada partikel makanan di antara gigi, maka asam diproduksi menyebabkan kerusakan gigi.

Air liur yang seharusnya bisa menjaga keseimbangan bakteri, tetapi karena mengonsumsi gula berlebih maka gula turut memengaruhi pH dan membuang ekosistem alam.

Ini memberi bakteri kesempatan untuk berkembang biak yang mengakibatkan gigi berlubang.

Otak cenderung berkabut, terutama setelah makan gula

Kabut ini adalah gejala umum gula darah rendah. Ketika Anda makan banyak gula, kadar gula darah akan naik dan turun dengan cepat, bukan secara bertahap.

"Kontrol gula darah yang buruk merupakan risiko utama masalah kognitif dan gangguan," kata Alpert.

Tidak ada makanan yang semanis dulu

"Makan terlalu banyak gula pada dasarnya membombardir selera," kata Alpert.

Gula berlebihan ini menyebabkan toleransi gula pasir Anda meningkat, jadi Anda membutuhkan lebih banyak gula untuk memuaskan hasrat diri menikmati makanan manis.

Setelah tahu dampak mengonsumsi gula berlebihan, masih mau banyak konsumsi makanan manis?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anda Alergi Alkohol? Ini Penyebab dan yang Harus Dilakukan

Anda Alergi Alkohol? Ini Penyebab dan yang Harus Dilakukan

Health | Kamis, 23 Agustus 2018 | 12:24 WIB

Terungkap, Ternyata Sederet Makanan Ini Tinggi Gula Lho!

Terungkap, Ternyata Sederet Makanan Ini Tinggi Gula Lho!

Health | Minggu, 19 Agustus 2018 | 14:00 WIB

Kental Manis Sebabkan Diabetes, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kental Manis Sebabkan Diabetes, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Lifestyle | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 20:00 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB