5 Mitos Kesehatan Soal Kanker Darah yang Masih Dipercaya

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 06 September 2018 | 21:00 WIB
5 Mitos Kesehatan Soal Kanker Darah yang Masih Dipercaya
Kanker darah tidak asing di telinga, tapi sayangnya masih banyak mitos kesehatan seputar kanker darah yang dipercaya masyarakat. (Shutterstock)

Suara.com - Meski kanker darah termasuk jenis kanker yang sering didengar masyarakat, namun masih banyak mitos maupun kesalahpahaman umum yang ditemui dan dipercaya masyarakat.

Kanker darah dikenal sebagai salah satu tipe kanker yang ganas dan sering berujung pada kematian. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI mencatatkan adanya peningkatan jumlah kasus baru dan kematian akibat leukemia secara menahun antara 2010-2013.

Karena itu, melalui siaran pers yang Suara.com terima, Parkway Cancer Centre (PCC), sebagai salah satu pusat perawatan kanker swasta asal Singapura, terus berupaya mendorong pemahaman yang lebih baik tentang kanker darah.

Salah satunya dengan membongkar sejumlah mitos yang paling umum mengenai kanker darah. Apa saja? Berikut 5 mitos kesehatan soal kanker darah yang masih dipercaya.

1. Leukemia sama dengan kanker darah

Di Indonesia, kata leukemia sering digunakan untuk menyebut kanker darah. Faktanya, kanker darah adalah sebuah terminologi dengan cakupan yang lebih luas.

"Leukemia hanya salah satu tipe kanker darah, dan bukan satu-satunya kanker darah itu sendiri,” kata Konsultan Senior Hematologi PCC Dr. Lim ZiYi. Ia menambahkan, kesalahpahaman ini muncul karena leukemia adalah tipe yang paling banyak didengar publik. Selain leukemia, ada dua tipe kanker darah lainnya, yaitu limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan myeloma.

“Secara umum, kanker darah merujuk pada tipe kanker yang mengganggu produksi dan fungsi sel darah. Pada kebanyakan kasus, sel abnormal, atau kanker, tumbuh tidak terkontrol sehingga mengganggu pembentukan sel darah sehat. Akibatnya, sel darah tidak bisa menjalankan fungsinya, seperti mencegah infeksi atau pendarahan,” sambung Dr. Lim.

Leukemia sendiri merupakan tipe kanker darah yang mengganggu fungsi sel darah putih, akibat pertumbuhan sel darah putih abnormal yang terlalu cepat. Sementara, limfoma mempengaruhi kerja kelenjar getah bening dan sistem limfatik yang berfungsi mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh dan memproduksi sel imunitas. Sedangkan, myeloma mempengaruhi sumsum tulang dan dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh yang memiliki sumsum tulang seperti tulang panggul dan tulang belakang. Karena dapat tumbuh di beberapa bagian pada saat bersamaan, myeloma sering disebut pula sebagai ’multiple myeloma’.

2. Kanker darah diwariskan orang tua

Banyak orang percaya bahwa kanker darah adalah sebuah penyakit turun-temurun, di mana kemungkinan terjangkit akan lebih besar jika orang tua yang bersangkutan juga mengidap kanker darah.

”Dengan pengecualian sejumlah kasus yang amat langka, kanker darah bukan penyakit warisan dan tidak akan diturunkan oleh pasien ke anak mereka,” kata Konsultan Hematologi PCC Dr. Colin Phipps Diong.

”Kelainan atau mutasi kromosom yang terdeteksi pada pasien kanker darah terjadi secara spontan dan tidak diwariskan oleh orang tua. Berbeda dengan kanker tipe padat, kanker darah memiliki keterkaitan rendah dengan kebiasaan merokok. Bahkan, tak banyak faktor risiko yang diketahui untuk kanker darah. Beberapa faktor risiko yang sudah terbukti dapat memicu kanker darah adalah paparan terhadap kemoterapi, radiasi, atau zat kimia tertentu yang digunakan di industri petrokimia seperti benzena,” sambung Dr. Phipps.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Minum Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kena Kanker Ovarium

Studi: Minum Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kena Kanker Ovarium

Health | Kamis, 06 September 2018 | 14:00 WIB

Makan Malam Sebelum Jam 9 Turunkan Risiko Penyakit Ini

Makan Malam Sebelum Jam 9 Turunkan Risiko Penyakit Ini

Health | Minggu, 02 September 2018 | 16:23 WIB

Ini yang Sebabkan Kanker Gastrointestinal Sering Tak Disadari

Ini yang Sebabkan Kanker Gastrointestinal Sering Tak Disadari

Health | Minggu, 02 September 2018 | 08:31 WIB

Ajak Bicara tapi Jangan Ucapkan Hal Ini pada Pasien Kanker

Ajak Bicara tapi Jangan Ucapkan Hal Ini pada Pasien Kanker

Health | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 15:04 WIB

Mengenal Kanker Usus Besar, Gejala hingga Penanganannya

Mengenal Kanker Usus Besar, Gejala hingga Penanganannya

Health | Kamis, 26 Juli 2018 | 16:34 WIB

Begini saat Anak Denada Minta Ayu Ting Ting Datang Menjenguk

Begini saat Anak Denada Minta Ayu Ting Ting Datang Menjenguk

Entertainment | Senin, 23 Juli 2018 | 11:28 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB