Keluarga Jadi Korban, Pengungsi Gempa Palu Berisiko Gangguan Jiwa

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Selasa, 02 Oktober 2018 | 17:45 WIB
Keluarga Jadi Korban, Pengungsi Gempa Palu Berisiko Gangguan Jiwa
Warga histeris saat dievakuasi personel TNI menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Perasaan kehilangan karena ditinggal anggota keluarga memang bukan hal mudah untuk dihadapi, terutama bagi pengungsi dan korban tsunami dan gempa Palu - Donggala di Sulawesi Tengah.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada sebanyak 1.234 orang meninggal dunia. Tak hanya trauma karena gempa dan tsunami, korban gempa Palu juga membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih dari kesedihan ditinggal anggota keluarga.

Disampaikan dr Eka Viora, SpKJ, selaku Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI), orang yang mengalami kehilangan akan timbul rasa sedih berlebihan. Mereka akan mengalami kecemasan, kaget, shock, tidak percaya dan gelisah. Jika tak cepat diatasi, maka perasaan berkabung ini bisa mengarah ke gangguan jiwa ringgan hingga sedang.

"10-20 Persen perasaan kehilangan bisa menjadi gangguan jiwa ringan hingga sedang dan membutuhkan peran psikiater," ujar dia pada temu media Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Agar tak berlanjut menjadi gangguan jiwa, Eka mengatakan dibutuhkan dukungan dari keluarga dan orang terdekat untuk memberikan penguatan. Dalam kasus korban gempa Palu yang harus kehilangan anggota keluarga misalnya, dibutuhkan dukungan psikososial dari psikiater, psikolog atau relawan untuk bisa bangkit dari kesedihan.

"Kalau ada korban gempa mengalami kehilangan, biarkan dia menangis, berteriak, atau menyalahkan keadaan. Dengarkan dia, karena wajar sekali orang yang kehilangan mengalami hal demikian. Baru lakukan pendekatan setelahnya," tambah dia.

Pendekatan ini, lanjut Eka, dikenal dengan istilah Psychological First Aid (PFA), atau pertolongan pertama pada orang-orang yang mengalami masalah psikogis. Keluarga, orang terdekat atau bahkan tenaga medis dan relawan harus menghindari beberapa hal untuk membantu memulihkan kondisi seseorang yang mengalami kehilangan.

"Jangan menghakimi mereka, jangan mengasihani, jangan interupsi jika mereka menumpahkan keluh kesahnya. Dan yang terpenting, jangan labeli mereka dengan stigma tertentu," ujarnya lagi.

Dengan melakukan pertolongan pertama tersebut, orang yang mengalami kehilangan atau trauma bisa pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi dari tenaga medis. Namun, tentu saja butuh waktu tertentu hingga individu tersebut menerima kondisinya secara bertahap.

baca juga

"Oleh karena itu di situasi bencana kita persiapkan tim. Kita berikan dukungan psikologi tidak hanya oleh profesi spesialis jiwa tapi juga psikolog klinis, relawan, perawat. Berikan intervensi dan guidance yang sama sehingga diberikan secara tepat," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Kirim Tim Ahli Bencana dan Dana Rp 1,7 miliar ke Palu

Malaysia Kirim Tim Ahli Bencana dan Dana Rp 1,7 miliar ke Palu

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:04 WIB

LIPI: Gempa di Indonesia Timur Lebih Besar Ketimbang di Barat

LIPI: Gempa di Indonesia Timur Lebih Besar Ketimbang di Barat

Tekno | Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:59 WIB

Korban Gempa Palu Lakukan Penjarahan, Tanda Trauma Psikologis?

Korban Gempa Palu Lakukan Penjarahan, Tanda Trauma Psikologis?

Health | Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:26 WIB

Luhut Bawa Isu Gempa Palu - Donggala ke Rapat IMF-World Bank

Luhut Bawa Isu Gempa Palu - Donggala ke Rapat IMF-World Bank

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:23 WIB

Instruksi Khusus Jokowi Soal Penanganan Gempa Palu-Donggala

Instruksi Khusus Jokowi Soal Penanganan Gempa Palu-Donggala

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:19 WIB

Tinjauan Ilmiah LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Sesar Palu Koro

Tinjauan Ilmiah LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Sesar Palu Koro

Tekno | Selasa, 02 Oktober 2018 | 13:54 WIB

Terkini

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

×