Aqua Zumba, Olahraga yang Baik untuk Pengidap Sakit Jantung Lho!

Silfa Humairah Utami | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Senin, 08 Oktober 2018 | 17:40 WIB
Aqua Zumba, Olahraga yang Baik untuk Pengidap Sakit Jantung Lho!
Ilustrasi olahraga Aqua Zumba baik untuk pengidap penyakit jantung. (Instagram/amokfitkitchen)

Suara.com - Aqua Zumba, olahraga akuatik yang menggabungkan filosofi zumba dan resistensi air  bermanfaat untuk pengidap penyakit jantung.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskular. Di Indonesia sendiri, 37% tingkat kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yang merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Penyakit jantung bisa terjadi karena berbagai faktor seperti tekanan darah, kolesterol tinggi, dan diabetes. Semuanya dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, diet yang tidak terkontrol, dan kurang olahraga.

Seperti yang disosialisasikan oleh Departemen Kesehatan Indonesia melalui kampanye "CERDIK", menyeimbangkan gaya hidup antara diet sehat dan berolahraga penting dalam menjaga berat badan yang sehat dan tekanan darah, sehingga dapat mencegah penyakit jantung. Bagi mereka yang sudah didiagnosis menderita penyakit jantung, diperlukan perawatan lebih dalam memilih makanan dan olahraga yang tepat, dengan atau tanpa anjuran dokter.

Olahraga isometrik seperti push up atau sit up dan olahraga berat lainnya tidak dianjurkan untuk pengidap penyakit jantung. Olahraga berat dapat menyebabkan kelelahan berlebih yang memicu serangan jantung.

Olahraga akuatik merupakan olahraga low impact yang cocok untuk orang-orang yang memiliki masalah jantung. Olahraga ini dapat mengurangi tekanan pada tulang, sendi, dan otot. Jenis olahraga ini biasanya dilakukan di kolam renang yang dangkal ataupun setinggi dada peserta.

Satu olahraga akuatik yang terkenal dan telah diikuti oleh banyak orang di seluruh dunia juga aman bagi orang-orang yang memiliki masalah sendi, penyakit kronis, cedera, dan penyakit lainnya adalah Aqua Zumba.

“Konsep Aqua Zumba yaitu memadukan filosofi latihan zumba yang menggabungkan gerakan musik dan tarian dengan resistensi air. Karena resistensi alami, setiap langkah memiliki tantangan tersendiri dan menambah intensitas latihan, tetapi juga aman untuk kondisi jantung karena olahraga ini merupakan olahraga low impact,” kata ZIN Eva Susanti, instruktur Aqua Zumba® melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Meskipun demikian, ia juga merekomendasikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan sebelum menjadikan olahraga Aqua Zumba atau olahraga lainnya ke dalam rutinitas. Sebagai olahraga terapeutik, musik dan gerakan tarian membantu tubuh melepaskan endorfin yang memicu perasaan positif dalam tubuh. Dengan melakukannya di dalam air, dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Melalui latihan Aqua Zumba secara teratur, pembuluh darah akan lebih lentur dan fleksibel yang membuat aliran darah lebih lancar.

Di sisi lain, air membantu para peserta menjadi lebih ringan, sehingga mengurangi jumlah berat yang dibawa selama berolahraga. Air juga menambahkan resistensi yang berkelanjutan, dan meningkatkan intensitas olahraga dengan memaksa banyak otot untuk terlibat saat kita bergerak mengikuti musik. Perlawanan ini membuat hati kita bekerja lebih keras dan menjadi lebih kuat.

Di Aqua Zumba, peserta harus melakukan gerakan untuk otot yang cukup banyak dengan meregangkan lengan dan mengangkat kaki di dalam air. Setiap langkah gerakan membantu mengencangkan otot-otot tubuh.

Ketika air mengalir dari berbagai arah, resistensi di kolam juga berlipat ganda, sehingga memberikan olahraga yang cukup berat bagi otot Anda.

Dengan demikian, berolahraga di kelas Aqua Zumba selama 60 menit dapat membakar hingga 400 kalori. Artinya, olahraga ini dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif atau pun sekedar untuk mempertahankan berat badan.

“Aqua Zumba merupakan olahraga yang menyenangkan untuk semua orang bahkan untuk orang tua. Tidak ada batasan, baik usia maupun orang yang tidak bisa berenang pun dapat mengikuti kelas Aqua Zumba,” jelasnya.

Jadi jika Anda pengidap penyakit jantung tidak ada salahnya mencoba olahraga akuitik ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpora: Rugi Kalau Tak Menonton Langsung Asian Para Games 2018

Menpora: Rugi Kalau Tak Menonton Langsung Asian Para Games 2018

Sport | Minggu, 07 Oktober 2018 | 19:19 WIB

Ibu Jaga Anak Sambil Olahraga dengan Stroller, Bisa Banget!

Ibu Jaga Anak Sambil Olahraga dengan Stroller, Bisa Banget!

Health | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 09:03 WIB

Data: Hanya 27,6 Persen Masyarakat Indonesia yang Rajin Olahraga

Data: Hanya 27,6 Persen Masyarakat Indonesia yang Rajin Olahraga

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 18:14 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB