Suara.com - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018 menyasar kesehatan jiwa anak muda. Dokter jiwa mengatakan, penggunaan media sosial oleh anak muda juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa.
dr. Andri, Sp.KJ, dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, mengatakan bahwa penelitian ilmiah sudah membuktikan media sosial, dalam hal ini instagram, berpotensi menyebabkan depresi pada anak muda.
"Image yang diberikan instagram user dengan segala macam hal kemewahan, pergi wisata, kehidupan yang terlihat lebih baik, akan menyebabkan rasa tidak percaya diri pada individu yang rentan," ungkap Andri saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/10/2018).
"Remaja dan anak muda bisa merasa hidupnya tidak bermakna ketika mendapatkan perbandingan yang berbeda jauh antara kehidupannya dengan apa yang dilihat di media sosial. Hal ini bisa memicu stres, dan mengarah ke kondisi depresi," terang Andri lagi.
Contoh lain penggunaan media sosial yang bisa merugikan kesehatan jiwa adalah berkomentar tidak baik, bertengkar, bahkan saling memaki antar pengguna.
Pertengkaran di media sosial tidak akan memberikan manfaat apapun. Yang ada, pelaku dan yang membaca akan terbawa ke dalam arus emosi negatif yang juga bisa memicu gangguan jiwa dan masalah kejiwaan.
Meski begitu, media sosial bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kesehatan jiwa remaja dan anak muda. Selain faktor sosial, ada pula pengaruh faktor biologis (keturunan), dan psikologi (kesehatan jiwa) yang berpengaruh.
Dalam momen Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018, Andri berpesan bahwa penggunaan media sosial sejatinya memiliki banyak manfaat, asalkan digunakan dengan bijak. Salah satunya, dengan memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan jiwa.
"Sebagai pengguna, kita harus menciptakan suasana nyaman di media sosial, tidak saling memaki ataupun memenangkan kelompok sendiri. Berikan motivasi agar pengguna lainnya bisa fokus mengejar impian dan tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain," tutupnya.
Itulah pesan dokter jiwa terkait penggunaan media sosial untuk kesehatan jiwa dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018.