Studi : 40 Persen Terapi Kognitif Berikan Efek Samping Buruk

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:30 WIB
Studi : 40 Persen Terapi Kognitif Berikan Efek Samping Buruk
Ilustrasi perempuan stres atau depresi melakukan terapi kognitif namun berikan efek samping buruk. (Shutterstock)

Suara.com - Cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif selama ini dianggap sebagai salah satu cara paling baik untuk mengatasi penyakit mental.

Namun, penelitian mengungkap terapi itu bukan bararti tanpa efek samping.

Sekitar 40 persen orang Amerika yang menajalani CBT dalam bentuk konsultasi. Dengan begitu terapis dapat berdialog dan meninjau kembali apa yang terjadi pada masa lalu, trauma, dan segala masalah yang menyakitkan, serta mengetahui apa kekurangan pasien dilansir Dailymail.

Meski awalnya cara ini dianggap bisa menjadi solusi, ternyata penelitian di Jerman menemukan sebagian pasien yang datang justru merasakan efek samping dari terapi ini. Seperti perasaan bersalah, malu, gangguan hubungan, bahkan rasa ingin bunuh diri.

Rata-rata orang Amerika lebih memilih menjalani terapi ketimbang mengonsumsi obat penenang atau obat anti depresi karena obat hanya memberi ketenangan sesaat.

Sebagai contoh, Prozac, salah satu antidepresan yang paling sering diresepkan. Tetapi efek sampingnya pasien justru mengalami insomnia dan perasaan cemas, keduanya dapat memperburuk depresi mental dan kondisi kesehatan mental.

Sementara, CBT tidak memiliki efek samping dalam arti kimiawi seperti obat-obatan, dan kini dianggap efektif daripada mengkonsumsi obat. Namun, nyatanya yang terjadi justru memberi efek lain.

Oleh karena itu, tim peneliti di Universitas Kedokteran Charité di Berlin memutuskan menyelidiki kemungkinan hasil negative. Caranya yaitu dengan meminta terapis dan pasien melapor perubahan buruk yang mereka alami setelah menjalani terapi.

Peneliti meminta 100 terapis memaparkan efek samping positif dan negatif yang diharapkan usai pasien menjalani terapi. Kemudian memilih pasien yang akan diobeservasi, setidaknya mereka sudah melewati 10 sesi CBT, kemudian diharuskan menjawab 17 pertanyaan tergantung kondisi pasien.

baca juga

Hasilnya, 43 persen pasien mengalami efek samping yang ‘tidak diharapkan’ sebagai akibat dari terapi ini. Contohnya, mereka yang putus cinta mengalami efek samping mengalami ketegangan yang lebih besar dalam hubungan dengan keluarga, pernikahan, atau rasa malu, dan emosi berkepanjangan usai terapi. Beberapa pasien justru mengalami efek samping berpikir ingin bunuh diri.

Para terapis yang menemukan hasil ini mengakui bahwa efek samping ini parah. Dan, sebanyak 25 dari kasus yang ditemukan, pasien mengalami geger otak selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Para terapis pun terkejut dengan efek negatif yang dialami pasien mereka.

Dari hasil ini tim peneliti menyimpulkan, bahwa sebenarnya psikoterapi tidak berbahaya. Hanya saja, sebaiknya terapis memberi saran yang tidak membuat pasien memikirkan konsekuensi buruk dan perasaan cemas yang berefek negative.

"Kami berpendapat bahwa dampak buruk mungkin tak dapat dihindari bila memang harus terjadi, namun sebaiknya diperlukan terapi yang berbasis pada pemantauan kondisi pasien untuk melihat kemajuan mereka,” ungkap tim peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Kondisi yang Jarang Diketahui Orang tentang Psikopat

Lima Kondisi yang Jarang Diketahui Orang tentang Psikopat

Health | Rabu, 10 Oktober 2018 | 20:00 WIB

Terapi Nuklir Jadi Harapan Bagi Pengidap Kanker Tiroid

Terapi Nuklir Jadi Harapan Bagi Pengidap Kanker Tiroid

Health | Rabu, 10 Oktober 2018 | 06:48 WIB

Studi Temukan Manfaat Ilmiah Pelukan untuk Terapi

Studi Temukan Manfaat Ilmiah Pelukan untuk Terapi

Health | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 18:15 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×