Apakah Hamil Anggur Bisa Jadi Janin dan Diselamatkan?

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:00 WIB
Apakah Hamil Anggur Bisa Jadi Janin dan Diselamatkan?
Ilustrasi ibu hamil anggur. (Shutterstock)

Suara.com - Hamil anggur adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berhasil menjadi embrio, alhasil hamil anggur tidak akan berlanjut menjadi janin hingga bayi.

Oleh karena itu, kondisi hamil anggur tidak bisa diselamatkan, dan biasanya ada penanganan khusus untuk mengambil jaringan yang abnormal tersebut. Seringnya sel telur dan sperma yang sudah melebur ini disebut juga dengan mole, bukan embrio dilansir Hello Sehat.

Gejala awalnya memang ini sangat mirip dengan kehamilan seperti pada umumnya. Bahkan jika dites menggunakan test pack atau tes kehamilan, akan terlihat hasil yang positif. Namun, ketika dilihat menggunakan ultrasound (USG), tidak ditemukan pertumbuhan embrio.

Pada trimester pertama sekitar minggu ke-8, kondisi kehamilan anggur ini sudah bisa terlihat dari gejala yang paling khas, yakni perdarahan vagina saat kehamilan trimester awal.

Sebenarnya dari deteksi dini dengan ultrasound di awal Anda tahu positif hamil, kondisi ini bisa langsung terdeteksi dokter. Sekali terdeteksi, kehamilan ini tentunya tidak bisa diteruskan atau diselamatkan, melainkan harus diangkat sebab ini bukan embrio. Ini adalah jaringan abnormal yang tumbuh di rahim ibu.

Jika Anda didiagnosis, jangan biarkan kehamilan ini tetap berlanjut. Jika tidak ada penanganan yang tepat, maka perdarahan akan semakin banyak. Akibatnya, ibu hamil pun bisa tidak terselamatkan.

Tindakan yang biasanya dilakukan adalah dengan D&C (dilatation and curettage), yakni pelebaran dan kuret untuk mengangkat jaringan yang tidak normal dalam rahim. Prosedur D&C ini dapat dilakukan setelah dilakukan bius umum atau lokal.

 Hamil anggur tidak boleh dipertahankan karena kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berhasil menjadi embrio, alhasil hamil anggur tidak akan menjadi janin hingga bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Anak Meghan Markle Tak Dapat Gelar Pangeran atau Putri

Ini Alasan Anak Meghan Markle Tak Dapat Gelar Pangeran atau Putri

Lifestyle | Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:57 WIB

Pamor Sandra Dewi Kalah dengan Anak, Ini Buktinya

Pamor Sandra Dewi Kalah dengan Anak, Ini Buktinya

Entertainment | Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:06 WIB

Tampil Perdana saat Hamil, Meghan Markle Mewah dengan Dress Putih

Tampil Perdana saat Hamil, Meghan Markle Mewah dengan Dress Putih

Lifestyle | Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:29 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB