Array

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Ketika Perempuan Punya Anak

Jum'at, 21 Desember 2018 | 12:00 WIB
Risiko Penyakit Jantung Meningkat Ketika Perempuan Punya Anak
Ilustrasi kesehatan jantung perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki anak ternyata dapat meningkatkan risiko seorang perempuan mengidap penyakit jantung yang mematikan sebesar 14 persen. Menurut hasil studi terkini yang dilakukan tim dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Tiongkok, kehamilan dan persalinan menyebabkan tekanan permanen pada tubuh perempuan.

Kondisi ini membuat mereka lebih mungkin menderita stroke atau penyakit jantung di kemudian hari dengan risiko meningkat setiap pertambahan satu anak. Pemimpin studi, Dr. Dongming Wang, mengatakan bahwa dokter harus terus mengawasi perempuan setelah menjadi ibu dan menyarankan mereka untuk menghindari kebiasaan gaya hidup yang buruk.

"Merokok, tidak aktif, pola makan yang buruk dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko masalah jantung. Hal ini harus dihindari perempuan setelah menikah," ujar Wang dilansir dari NYPost.

Untuk mendapatkan temuan ini, studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventative Cardiology menganalisis data lebih dari 3 juta perempuan di Tiongkok. Mereka menemukan jantung bekerja lebih keras selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anak.

"Kehamilan dapat menyebabkan peradangan di tubuh dan penumpukan lemak di sekitar perut, di dalam darah dan di arteri. Perubahan ini bisa memiliki efek permanen pada sistem kardiovaskular, yang mengarah ke risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi di kemudian hari," tambah dia.

Studi ini menemukan setiap pertambahan satu anak, risiko perempuan mengidap penyakit jantung meningkat empat persen dan risiko mengalami stroke meningkat hingga tiga persen.

"Perempuan harus tahu bahwa memiliki anak dapat meningkatkan peluang mereka untuk mengidap penyakit jantung atau stroke di masa depan dan lebih banyak kehamilan juga semakin berisiko," tambah dia.

Meski demikian Wang mengatakan memiliki anak tidak selamanya buruk bagi kesehatan perempuan. Menjadi seorang ibu, misalnya, dapat melindungi kaum hawa dari risiko mengidap kanker payudara di kemudian hari.

"Ini memperkuat pesan bahwa perempuan seharusnya tidak mengabaikan pentingnya gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung mereka meski hal ini dapat menjadi lebih sulit dengan banyak anak yang harus dijaga," tandas dia.

Baca Juga: iPhone Masa Depan Bakal Gabungkan Teknologi Pemindai Wajah dan Jari ?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI