Kabur dari TK demi Beri Kejutan Ibu, Dua Bocah Kedinginan dan Jarinya Beku

Vika Widiastuti | Suara.com

Selasa, 22 Januari 2019 | 15:03 WIB
Kabur dari TK demi Beri Kejutan Ibu, Dua Bocah Kedinginan dan Jarinya Beku
Ilustrasi udara dingin ekstrim di AS. [Shutterstock]

Suara.com - Dua bocah TK yang berusia sekitar 5 tahun kabur dari sekolah. Mereka hendak memberi kejutan untuk ibu salah satu dari mereka. Namun, karena suhu pada saat itu, kedua bocah tersebut mengalami frostbite (radang dingin, -red) dan hipotermia.

Peristiwa itu terjadi di Yakutia, Siberia, daerah terdingin di dunia, seperti dikutip HiMedik dari Mirror, Senin (21/1/2019). CCTV TK pun menangkap saat-saat dua bocah itu keluar dari sekolah secara diam-diam.

Saat menuju pintu keluar, keduanya tampak mengenakan mantel dan topi, tapi tidak memakai sarung tangan. Padahal, mereka harus berjalan selama 30 menit dengan suhu di luar yang sangat dingin menusuk tulang, yakni -45 derajat Celcius.

Begitu sampai rumah, satu anak bernama Lena mendobrak pintu sambil minta tolong. Sementara temannya, yang tak diketahui identitasnya, tersesat di desa terpencil Namtsy. Menurut The Siberian Times, ia ditemukan satu jam kemudian.

Pada pukul 5 sore waktu setempat, ibu Lena datang ke sekolah untuk menjemput. Namun, ia tak melihat mantel putrinya.

"Kami semua langsung panik. Lalu Kakek menelepon dan bilang kalau Lena baru saja pulang, sendirian, menangis, beku. Tiga jarinya keras membeku. Dua anak itu masih syok," kata ibu Lena. "Mereka pengin memberi kejutan ke orang tua lalu pulang sendiri."

Akibat kejadian ini, keduanya terkena serangan frostbite dan hipotermia. Saat ini pun Lena masih berada di rumah sakit karena dokter terus berusaha menyelamatkan tiga jarinya yang membeku akibat frostbite.

"Sebenarnya ada sarung tangan di mantel Lena, tapi tidak dia pakai," ungkap sang ibu.

Penyelidikan pun dilakukan untuk mencari tahu bagaimana siswi bisa kabur dari sekolah tanpa diketahui siapa pun. Selain itu, orang-orang yang lewat juga tidak menghentikan Lena dan temannya, meskipun ada satu orang yang membantu mengikat syal mereka.

HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Health | Selasa, 20 November 2018 | 10:58 WIB

Tidur dengan Tiga Kipas Angin Mengarahnya, Lelaki Ini Meninggal

Tidur dengan Tiga Kipas Angin Mengarahnya, Lelaki Ini Meninggal

Health | Senin, 06 November 2017 | 14:41 WIB

Virus Berusia 30.000 Tahun Hidup Kembali

Virus Berusia 30.000 Tahun Hidup Kembali

Tekno | Selasa, 04 Maret 2014 | 22:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB