Kemenkes: Cegah DBD Tak Cukup dengan Fogging

Jum'at, 25 Januari 2019 | 16:06 WIB
Kemenkes: Cegah DBD Tak Cukup dengan Fogging
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kemenkes: Cegah DBD Tak Cukup dengan Fogging

Di musim penghujan seperti sekarang, risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat di beberapa daerah. Di Jakarta misalnya, berdasarkan sistem surveilans berbasis web milik Dinkes Provinsi DKI Jakarta, memasuki awal 2019 telah tercatat sebanyak 111 kasus DBD. Angka tersebut diprediksi bisa mengalami peningkatan saat memasuki musim penghujan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, drg Oscar Primadi mengatakan bahwa musim penghujan menjadi pemicu dari peningkatan kasus DBD di sejumlah wilayah karena banyaknya genangan air yang terbentuk. Jtu sebabnya kata dia, masyarakat harus bahu membahu menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti.

"Musim penghujan (DBD) ini endemis di semua wilayah. Kita harapkan semua waspada. Ini persoalan di hulu, yakni bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan air tergenang. Jangan biarkan jentik nyamuk tumbuh. Kalau kita bisa jaga lingkungan Insya Allah tidak ada DBD," ujar Oscar di sela-sela peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Oscar mengatakan bahwa fogging atau pengasapan bukan cara efektif dalam mencegah nyamuk DBD. Lagipula, kata dia, fogging baru bisa dilakukan jika sudah terjadi minimal satu kasus DBD di suatu wilayah.

"Dinas kesehatan terkait tentu sudah bergerak. Tidak hanya dengan pembagian abate atau fogging, ada penyelidikan epidemiologis terlebih dulu hingga dilakukan fogging. Saya lebih mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan," imbuh dia.

Anda juga bisa melakukan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah tumbuhnya jentik-jentik di sekitar rumah yang memungkinkan terdapat genangan air. Lakukan upaya 3 M atau Mengubur, Menguras dan Menutup.

"Mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air," tandasnya.

Baca Juga: Timses Prabowo Minta KPU Kurangi Jumlah Undangan Debat Kedua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI