Air Kencing Baik untuk Terapi Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Yazir Farouk, Firsta Nodia

Sabtu, 09 Februari 2019 | 13:18 WIB
Air Kencing Baik untuk Terapi Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Suara.com - Mendengar kata terapi urin tentu Anda akan mengerenyitkan dahi. Bagaimana tidak, urin yang selama ini kita buang saat ingin kencing, justru bisa menjadi media penyembuhan penyakit tertentu.

Dilansir dari Foxnews, berdasarkan studi kasus yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, terapi urin telah digunakan oleh orang Yunani dan Mesir kuno berabad-abad yang lalu.

Saat ini, terapi urin kembali populer di Asia, Amerika Selatan dan Timur Tengah sebagai "terapi ajaib" untuk mengatasi kondisi seperti jerawat atau bahkan kanker.

Namun, para ahli kesehatan memilih tak percaya karena manfaat terapi ini tidak didukung oleh banyak penelitian. Bahkan menurut para ahli, minum air seni atau mengoleskannya ke kulit dapat mendatangkan efek berbahaya karena mengandung bakteri.

Untuk mengarah pada kesimpulan ini, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun menjadi pasien terapi urin topikal untuk mengatasi jerawatnya. Teknik ini memperlihatkan hasilnya namun akhirnya menyebabkan peradangan lebih lanjut ketika pengolesan urin untuk kedua kalinya.

Dokter mengkonfirmasi bahwa kulit remaja tersebut mengandung bakteri jauh di atas jumlah normal. Anak itu kemudian diberi pengobatan resep untuk menyembuhkan peradangan akibat bakteri.

Terapi urin mungkin timbul dari gagasan bahwa urin awalnya steril ketika meninggalkan tubuh. Banyak orang, termasuk dokter, percaya bahwa air seni tidak mengandung bakteri berbahaya pada tahap ini.

Namun, penelitian terbaru yang dilakukan pada 41 pasien dengan gangguan kandung kemih justru mengungkapkan hasil sebaliknya. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Microbiology menunjukkan bahwa ditemukan 85 spesies bakteri berbeda termasuk Streptococcus dan Staphylococcus pada urin responden.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa bakteri ada di saluran kemih sehingga penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengungkap apakah gangguan kandung kemih yang terlalu aktif juga terkait dengan bakteri.

baca juga

Berdasarkan penelitian ini, orang yang minum atau mengoleskan urin ke kulit mereka mungkin akan memasukkan kembali bakteri berbahaya ke dalam tubuh, yang membahayakan kesehatan.

Selain itu, studi kasus terapi urin untuk jerawat juga menunjukkan bahwa urine adalah produk limbah yang berarti harus dibuang dari dalam tubuh. Menggunakan kembali limbah itu sama saja menentang metabolisme tubuh.

Mengonsumsi urin sebagai upaya terapi juga dapat memberikan tekanan yang tidak semestinya pada hati dan ginjal. Kedua organ tersebut harus menyaring kembali racun yang sudah keluar dari tubuh lewat proses ekskresi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup

Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:15 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Video | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:00 WIB

Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental

Hari Laut Sedunia: Ketika Surfing Menjadi Cara Perempuan Merawat Kesehatan Mental

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:50 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

Rayakan 18 Tahun, Generali Gelar Charity Run untuk Dukung Pendidikan Anak

Rayakan 18 Tahun, Generali Gelar Charity Run untuk Dukung Pendidikan Anak

Foto | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:00 WIB

Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat

Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 21:04 WIB

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:57 WIB

Executive Talk: Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Executive Talk: Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Video | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:40 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB