Viral! Berita Teuku Wisnu Antar Anak Sekolah Justru Dianjurkan Psikolog

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Sabtu, 16 Februari 2019 | 20:32 WIB
Viral! Berita Teuku Wisnu Antar Anak Sekolah Justru Dianjurkan Psikolog
Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu (Sumarni/Suara.com)

Suara.com - Belakangan viral pemberitaan yang membahas soal Teuku Wisnu rela turun dari Mobil saat antar anak sekolah.

Artikel ini bermula dimunculkan Suara.com pada Selasa 11 Februari 2019, yang akhirnya menjadi viral lantaran banyaknya komentar kocak netizen yang lebih membaca judul tanpa melihat isi.

Ternyata judul "Demi Si Kecil, Teuku Wisnu Rela Turun dari Mobil saat Antar Anak Sekolah" menjadi pemicu banyaknya komentar super kreatif netizen.

Berita bermula dari status Teuku Wisnu yang mengungkapkan manfaat anak antar sekolah di akun Instagram pribadinya @teukuwisnu. 

“Dan salah satu tips parenting yang saya dapatkan dari ibu @fery.farhati adalah kalau antar anak ke sekolah turunlah dari mobil agar sewaktu berpisah di sekolah, anak melihat seutuhnya tubuh orang tuanya, Nah fungsinya saya lupa waktu itu, tapi kalau tidak salah agar anak bisa merekam seluruh tubuh ortu nya, sehingga anak lebih siap untuk sekolah (mohon dikoreksi kalau salah),” tulis Teuku Wisnu dalam caption foto.

Berita viral Teuku Wisnu [ig @taante_reempong_officiaall]
Berita viral Teuku Wisnu [ig @taante_reempong_officiaall]

Padahal, psikolog menegaskan kalau mengantar anak sekolah orangtua memang harus mengantarkan sampai depan gerbang lho, jadi jangan berdiri di motor atau 'say goodbye' dari mobil hanya dengan membuka kaca.

Mengutip loveandlogic, mengantar dan menjemput anak sekolah dapat mendekatkan hubungan orangtua dan anak, seperti yang diutarakan Psikolog Dr Charles Fay.

"Dalam pekerjaan saya dengan anak-anak dan guru selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak manfaat dari hubungan siswa-guru yang sehat. Membangun hubungan antara anak Anda dan gurunya adalah kunci keberhasilan di sekolah dan sepanjang hidup," buka Dr Charles.

"Secara psikologis anak itu sering takut-takut masuk sekolah, apalagi kalau hari pertama sekolah karena masuk ke suasana baru. Maka dari itu pentingnya orangtua mendampingi anak masuk sampai ke dalam sekolah, selain itu, manfaat lainnya adalah orangtua bisa membuat anak dekat dengan guru," 

"Terlepas dari kemampuan statistik anak, orangtua dapat menunjukkan kepadanya bagaimana bergaul dengan guru. Anak-anak yang menyapa guru mereka dengan senyum dan sapaan "halo" yang hangat setiap pagi, akan membuat si anak memiliki lebih sedikit masalah dengan guru mereka sepanjang hari," 

"Biasanya selama di perjalanan pulang, anak akan banyak bercerita kepada orangtua. Anak bisa berbagi pengalaman yang dialaminya di sekolah, sehingga nantinya terbiasa bercerita dengan orangtua,” pungkas Dr Charles.

Tuh netizen, mending baca isi berita dahulu sebelum menganggap judul yang receh, tetapi menyimpan banyak manfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Dijemput Pulang, Nenek Ini Terlalu Sedih Tinggal di Panti Jompo

Minta Dijemput Pulang, Nenek Ini Terlalu Sedih Tinggal di Panti Jompo

Lifestyle | Jum'at, 15 Februari 2019 | 09:24 WIB

Tetangga Masak Babi, Warga Protes Baunya Cemari Udara

Tetangga Masak Babi, Warga Protes Baunya Cemari Udara

Lifestyle | Jum'at, 15 Februari 2019 | 09:20 WIB

Kisah Anak Kecil Jualan Cilok sampai Malam, Tangis Warganet Pecah

Kisah Anak Kecil Jualan Cilok sampai Malam, Tangis Warganet Pecah

Lifestyle | Jum'at, 15 Februari 2019 | 08:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB