Penanganan Serangan Jantung Terlambat, Risiko Kematian Meningkat

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Senin, 18 Februari 2019 | 15:58 WIB
Penanganan Serangan Jantung Terlambat, Risiko Kematian Meningkat
Penanganan serangan jantung lambat, risiko kematian mengintai pasien. (Shutterstock)

Suara.com - Penanganan Serangan Jantung Terlambat, Risiko Kematian Meningkat

Dokter mengatakan waktu adalah elemen paling penting dalam penanganan pasien serangan jantung. Semakin lambat waktu penanganan, semakin tinggi risiko kematian pasien.

Data survei Indonesia Sample Registration System tahun 2014 menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke yakni sebesar 12,9 persen.

Disampaikan dr. Ade Median Hambari, Sp.JP sebagai perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiolovaskular Indonesia (PERKI) pasien serangan jantung harus segera mendapatkan penanganan untuk mencegah kematian otot jantung.

"Time is muscle jelas. Kalau semakin banyak otot jantung yang mati maka menyebabkan kematian pada pasien. Kita punya sedikit waktu. Semakin delay penanganan maka risiko kematian meningkat," ujar dr Ade dalam temu media, Senin (18/2/2019).

dr. Ade menambahkan, meski pasien bisa melewati periode kritis serangan jantung tersebut maka ia berisiko mengalami gangguan irama jantung dan gagal jantung sebagai komplikasinya. Tentu saja biaya kesehatan yang dikeluarkan pasien menjadi lebih besar.

Ilustrasi virtual image jantung dengan kardiogram. (Shutterstock)
Penanganan serangan jantung lambat, risiko kematian mengintai pasien. (Shutterstock)

"Selain itu ada risiko gagal jantung dimana jantung kehilangan fungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Kalau pompa jantung menurun akan terjadi gangguan. Aliran darah terganggu, pasien sesak napas. Biaya kesehatan jadi lebih besar. Pasien jadi tidak produktif. Itu sebabnya time is muscle," imbuh dia.

Periode emas dalam penanganan jantung sendiri, kata dr Ade adalah 12 jam. Pasien harus segera ditangani atau harus mendapat reperfusi.

"Waktu 12 jam itu periode yang sangat baik untuk melakukam reperfusi. Kalau terlewati, komplikasi yang timbul sangat erat. Mulai gangguan irama jantung, gagal jantung yang menyebabkan meninggal dunia," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengaku Tidur dengan 6 Ribu Wanita, Playboy Ini Meninggal Saat 'Berkencan'

Mengaku Tidur dengan 6 Ribu Wanita, Playboy Ini Meninggal Saat 'Berkencan'

Health | Senin, 18 Februari 2019 | 15:23 WIB

Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

Health | Jum'at, 15 Februari 2019 | 17:01 WIB

Manfaat Buah Nangka, Tinggi Antioksidan Hingga Baik untuk Jantung

Manfaat Buah Nangka, Tinggi Antioksidan Hingga Baik untuk Jantung

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 13:04 WIB

Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 14:48 WIB

Bersin Bisa Membuat Jantung Berhenti Berdetak?

Bersin Bisa Membuat Jantung Berhenti Berdetak?

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 13:08 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×