Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspada Gejala Pneumonia

M. Reza Sulaiman
Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspada Gejala Pneumonia
Batuk lebih dari dua minggu bisa menjadi gejala pneumonia. (Shutterstock)

Pakar mengingatkan agar tidak menyepelekan batuk yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu. Kenapa?

Suara.com - Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspada Gejala Pneumonia

Batuk rentan menyerang di musim pancaroba. Pakar mengingatkan agar tidak menyepelekan batuk yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu, karena bisa jadi gejala pneumonia.

Dikatakan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, musim pancaroba seperti saat ini membuat perubahan cuaca dari panas ke hujan dalam waktu singkat. Hal ini berpengaruh kepada sistem daya tahan tubuh yang bisa menurun.

"Kalau daya tahan tubuh turun, demam, meriang, batuk lebih dari dua minggu, tetap kita harus periksa sputum (dahak -red) untuk mengetahui apakah ada infeksi," tutur dr. Wiendra dalam temu media di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Infeksi pneumonia dikatakan dr. Wiendra masih jadi masalah di Indonesia. Saat ini, angka kematian akibat pneumonia pada bayi mencapai 4 per 1.000 kelahiran hidup.

"Kalau pada orang dewasa, biasanya ada penyakit penyertanya. Tapi penyebab kematiannya tetap pneumonia," ujar dr. Wiendra lagi.

Ilustrasi batuk hingga nyeri dada. (Shutterstock)
Batuk lebih dari dua minggu bisa menjadi gejala pneumonia. (Shutterstock)

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan batuk berdahak. Sebab selain pneumonia, batuk berdahak juga bisa menandakan adanya gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Untuk itu, dr. Wiendra mengingatkan untuk selalu menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan mencuci tangan pakai sabun, rutin olahraga, tidak merokok, dan makan buah serta sayur.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS