Benarkah Makan Makanan Pedas Itu Sehat? Ini 5 Manfaatnya

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 01 Maret 2019 | 18:15 WIB
Benarkah Makan Makanan Pedas Itu Sehat? Ini 5 Manfaatnya
Ilustrasi makanan pedas, burger, kepedasan, makanan panas. (Shutterstock)

Suara.com - Ada yang mengatakam bahwa makanan pedas dapat mempercepat metabolisme Anda. Di sisi lain, ada pula yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan refluks asam. Lalu, mana yang benar?

Nah, sebenarnya isu mengenai makanan pedas dapat menyebabkan naiknya asam lambung tidak sepenuhnya akurat. 

"Kebanyakan orang yang mengalami masalah refluks atau gastro tidak makan makanan pedas karena mereka khawatir itu akan membuat mereka merasa lebih buruk," kata Bonnie Taub-Dix, RD, pencipta BetterThanDieting.com dan Read it Before You Eat It seperti melansir Womenhealtsmag.

Mungkin ini tampak berlawanan dengan satu manfaat makan makanan pedas yang sebenarnya dapat menurunkan produksi asam.

Meski begitu, jika Anda menghindari makanan pedas, Taub-Dix tidak merekomendasikan untuk langsung makan makanan yang super pedas. Mulailah dengan bertahap. 

"Kurangi garam dan tambahkan campuran berbagai rempah pedas untuk makanan Anda. Ini dapat menambah rasa lezat pada sederetan sayuran dan protein yang membuatnya lebih menarik untuk dimakan," lanjut Taub-Dix. 

Mengapa harus mengurangi garam? Karena makanan pedas terkenal tinggi garamnya, yang dapat memiliki efek negatif pada kesehatan jantung. Saat Anda membeli makanan atau produk pedas di toko, periksa daftar bahan pada label. 

Idealnya, jika Anda mengonsumsi jalapeño, habanero, atau bubuk cabai, carilah garam yang rendah dalam daftar, atau yang tidak ada sama sekali.

Lantas, apakah makanan pedas sebenarnya sehat dan memiliki manfaat? Jawabannya adalah ya. Berikut daftar manfaat dari makanan pedas. 

Ilustrasi sambal dari Desa Tepal Sumbawa. (Wikimedia Midori)
Ilustrasi sambal. (Wikimedia Midori)

1. Meningkatkan metabolisme Anda
Taub-Dix mengatakan makanan pedas seperti cabai pedas mengandung senyawa aktif capsaicin, yang membantu meningkatkan metabolisme sebagai bagian dari diet sehat.

"Tapi saya tidak akan mengandalkan itu sebagai metode penurunan berat badan," katanya. Anda bukan penggemar rempah-rempah yang 'membakar' mulut? Senyawa ini juga ditemukan dalam rempah-rempah yang lebih ringan seperti kunyit dan jintan,".

2. Membatasi Anda ngidam makanan manis
Pernah ngidam makanan manis? Taub-Dix mengatakan makanan pedas bekerja mirip dengan pasta gigi. Anda menjadi jarang ingin membeli permen setelah mulut Anda terasa segar karena rasa pedas.

"Setelah merasakan pedas dan panas di mulut Anda, Anda biasanya tidak menginginkan kue manis sesudahnya. Saya punya pasien yang mengatakan bahwa ketika mereka mengonsumsi saus cabai atau jalapeño, mereka puas karena rasanya seperti mereka telah mencapai sasaran," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahuilah, Ini Sejumlah Dampak Buruk Makan Makanan Pedas

Ketahuilah, Ini Sejumlah Dampak Buruk Makan Makanan Pedas

Your Say | Sabtu, 09 Februari 2019 | 12:00 WIB

Orang yang Suka Makanan Pedas Ternyata Bisa Lebih "Panas" di Ranjang

Orang yang Suka Makanan Pedas Ternyata Bisa Lebih "Panas" di Ranjang

Lifestyle | Rabu, 23 Januari 2019 | 09:06 WIB

Suka Pedas? Wajib Cicip Sambal Sirawir Khas Desa Tepal di Sumbawa

Suka Pedas? Wajib Cicip Sambal Sirawir Khas Desa Tepal di Sumbawa

Lifestyle | Rabu, 26 Desember 2018 | 09:05 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB