Kurang Minum Air Putih Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Lho!

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 24 Maret 2019 | 16:00 WIB
Kurang Minum Air Putih Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Lho!
Ilustrasi kurang minum air putih bisa sebabkan gagal ginjal. (Shutterstock)

Suara.com - Kurang Minum Air Putih Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Lho!

Berdasarkan data International Society of Nephrology (ISN), lebih dari 850 juta orang di dunia mengidap penyakit ginjal. Jumlah ini adalah dua kali lipat dari jumlah pengidap diabetes (422 juta) dan 20 kali lebih banyak dari prevalensi kanker (42 juta) di dunia.

Di Indonesia sendiri, menurut data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia mencapai angka 3,8 permil. Angka tersebut meningkat dari 2,0 permil di tahun 2013 yang berarti ada 3.800 orang yang mengidap penyakit ginjal kronis dari satu juta orang.

Hal ini, membuat banyak pihak melihat lebih dalam mengenai penyebab mengapa seseorang bisa mengidap penyakit ginjal. Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) Dr dr Diana Sunardi, M Gizi, SpGK, menyebut, kurang minum air adalah salah satunya.

"Ketika terjadi dehidrasi berulang (kronis) karena kurang konsumsi air putih, seseorang bisa mengalami penyakit ginjal kronis," ungkap dia dalam Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 bersama Danone-Aqua di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Hal inilah, lanjut Dr dr Diana bersama IHWG menekankan pada masyarakat akan pentingnya minum air yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, karena ia paham betul akan ada masalah-masalah yang bisa datang dengan kurang minum air.

Menurutnya, kebutuhan konsumsi air berbeda-beda antara satu individu dengan lainnya bergantung pada beberapa faktor seperti usia, aktivitas fisik, sedang hamil atau menyusui, lingkungan (suhu, kelembaban), dan kondisi kesehatan (misalnya gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, dan penyakit jantung).

"Kecukupan air dalam tubuh manusia itu tergantung usia dan aktivitas sehari-hari. Tapi, untuk orang dewasa yang beraktivitas normal atau standar itu 8 gelas. Sementata anak-anak sehari itu minimal 1,6 liter per hari," jelas dia.

Untuk menjaga hidrasi dalam tubuh, imbuh Diana, harus minum air teratur, mulai dari bangun tidur, hingga sebelum dan sesudah aktivitas. Dengan demikian, kesehatan akan lebih terjaga.

Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa mengurangi konsumsi minuman berwarna dan mengandung banyak gula. Jika tak diimbangi banyak minum air putih, lanjutnya, bisa berpotensi gagal ginjal.

"Kalau air kencing gak jernih, artinya beban gagal ginjal lebih besar. Netralkan dengan banyak minum air putih agar seimbang. Utamakan komposisi minuman dari air jernih dan minimalkan minuman berwarna," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Minum Air Putih yang Cukup bagi Adinia Wirasti

Pentingnya Minum Air Putih yang Cukup bagi Adinia Wirasti

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 14:00 WIB

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 13:14 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Health | Jum'at, 08 Maret 2019 | 16:04 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB