Pola Makan Buruk Lebih Berbahaya Daripada Merokok

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Kamis, 04 April 2019 | 15:45 WIB
Pola Makan Buruk Lebih Berbahaya Daripada Merokok
Ilustrasi pola makan buruk. (Shutterstock)

Suara.com - Merokok selama ini diketahui sebagai pemicu berbagai masalah kesehatan berbahaya, bahkan mematikan. Tapi ternyata, ada hal lain yang lebih berisiko untuk kesehatan, yaitu pola makan buruk.

Sebuah penelitian mengungkap, bahwa seperlima kematian di dunia disebabkan karena pola makan buruk. Dilansir dari laman metro.co.uk, para peneliti mengklaim bahwa jumlah ini lebih banyak daripada kematian akibat merokok yang ada kaitannya dengan penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Untuk sampai pada kesimpulan ini, lebih dari 130 ilmuwan membandingkan pola makan dengan tingkat kematian dan penyakit di 195 negara.

Mereka menemukan bahwa pada 2017, pola makan buruk bertanggung jawab atas 11 juta kematian, atau 22 persen dari total yang dicatat.

Rincian analisis menunjukkan bahwa rendahnya asupan biji-bijian dan buah-buahan, serta konsumsi natrium yang tinggi - yang ditemukan dalam garam - menyumbang lebih dari setengah kematian terkait pola makan ini.

Sisanya dikaitkan dengan konsumsi yang tinggi daging merah dan daging olahan, minuman manis, dan makanan tidak sehat lainnya, termasuk yang mengandung lemak trans.

Sebagian besar kematian terkait pola makan buruk ini disebabkan oleh penyakit jantung, diikuti oleh kanker dan diabetes tipe 2. Para peneliti juga melaporkan dalam jurnal The Lancet, bahwa pola makan yang buruk juga menyebabkan beban kecacatan yang sangat besar.

Sebagai perbandingan, merokok tembakau dikaitkan dengan delapan juta kematian. Ilmuwan terkemuka Dr. Ashkan Afshin dari University of Washington, Amerika Serikat, mengatakan bahwa pola makan yang buruk adalah pembunuh yang memiliki peluang setara dengan merokok.

"Kita adalah apa yang kita makan dan risiko memengaruhi orang di berbagai demografi, termasuk usia, jenis kelamin, dan status ekonomi. Untuk itu, kami menyoroti bagaimana rendahnya konsumsi makanan sehat dibandingkan dengan konsumsi makanan tidak sehat yang lebih besar," ungkapnya.

Dr. Ashkan mengatakan, diet yang paling terkait dengan kematian adalah makanan yang tinggi sodium, serta rendah biji-bijian, buah, kacang-kacangan, dan lemak omega-3. Masing-masing faktor ini menyumbang lebih dari 2 persen dari semua kematian secara global.

baca juga

Profesor Walter Willett dari Universitas Harvard mengatakan temuan itu mendukung penelitian terbaru tentang penyakit jantung dan arteri yang menganjurkan penggantian daging dengan protein nabati.

"Adopsi diet yang menekankan makanan kedelai, kacang-kacangan, dan sumber protein nabati sehat lainnya akan memiliki manfaat penting bagi kesehatan manusia dan planet," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Ditiru, Influencer Ini Bilang Rokok Bantu Pertahankan Berat Badannya

Jangan Ditiru, Influencer Ini Bilang Rokok Bantu Pertahankan Berat Badannya

Lifestyle | Kamis, 04 April 2019 | 09:27 WIB

Larangan Merokok Sambil Berkendara Sudah Ada Sejak 2009, Penerapannya?

Larangan Merokok Sambil Berkendara Sudah Ada Sejak 2009, Penerapannya?

Bisnis | Rabu, 03 April 2019 | 16:44 WIB

Sehat dan Bugar, Lady Gaga Punya Pola Makan yang Bisa Ditiru

Sehat dan Bugar, Lady Gaga Punya Pola Makan yang Bisa Ditiru

Health | Rabu, 06 Maret 2019 | 06:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×