KPPPA Kembangkan Rute Aman Pulang-Pergi Sekolah bagi Anak

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 02 Mei 2019 | 13:10 WIB
KPPPA Kembangkan Rute Aman Pulang-Pergi Sekolah bagi Anak
Kemen PPPA melakukan MOU terkait Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS). (Dok. Kemen PPPA)

Suara.com - KPPPA Kembangkan Rute Aman Pulang-Pergi Sekolah bagi Anak

Perjalanan pulang-pergi sekolah kerap kali mengancam keamanan dan keselamatan anak. Anak bisa terancam bahaya, mulai dari kecelakaan, bullying, dan kekerasan.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Penandatangan Kesepakatan Bersama (MoU) terkait Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS). Kesepakatan ini dibuat dalam rangka percepatan kabupaten/kota layak anak dengan indikator infrastruktur layak anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak pada 2030.

“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi atas komitmen bersama para pihak ini dengan memberikan target satu pemerintah daerah minimal memiliki satu percontohan Pengembangan RASS dan melakukan pertemuan minimal satu kali setahun dengan OPD terkait komitmen RASS melalui Gugus Tugas KLA,” ungkap Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin pada Pertemuan di provinsi Jawa Tengah lewat keterangan pers yang diterima Suara.com.

RASS merupakan penciptaan jalur perjalanan ke/dari sekolah bagi anak-anak secara aman dan selamat yang bertujuan diantaranya adalah untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas bagi pelajar, memberikan akses yang berkeselamatan kepada pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah, menjaga Keberlangsungan Angkutan Umum, dan mengurangi resiko tindak kejahatan dan kekerasan terhadap pelajar.

“Data Korlantas sepanjang tahun 2015-2018 menunjukkan bahwa korban kecelakaan tertinggi terjadi pada anak usia 15-18 Tahun Dan Jawa Tengah menduduki peringkat kedua Tertinggi setelah Provinsi Jawa Timur”, ujar Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan, Gunawan

Ia mengungkapkan fakta dunia tentang keselamatan anak, bahwa setiap 1 jam 2 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (data Korlantas Polri tahun 2018).

“Jumlah anak laki – laki yang meninggal akibat kecelakaan di jalan dua kali lipat dibanding anak perempuan dan angka kematian anak – anak akibat kecelakaan di jalan raya tiga kali lebih tinggi di negara – negara berkembang. Korban kecelakaan lalu lintas bukan angka statistik semata, keselamatan jalan adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Gunawan.

Sementara itu, pakar Transportasi Nasional , Djoko Setijowarno menyampaikan RASS merupakan bagian dari upaya menata transportasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua. Angka kecelakaan usia produktif khususnya pelajar masih cukup tinggi, sementara pilihan sarana transportasi umum makin berkurang dan pilihan sepeda motor memberikan kontribusi kecelakaan sangat besar, saatnya program RASS menjadi Program Nasional.

“RASS harus diprioritaskan pada daerah/kawasan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA/sederajat yang rawan kecelakaan," sambungnya.

Lenny juga menyampaikan bahwa upaya sekecil apapun yang dilakukan akan bermanfaat bagi anak-anak, jangan hapus masa depan mereka hanya karena mengalami kecelakaan.

“Ayo mulai dari sekarang, kita wujudkan pemenuhan hak anak aman dan selamat demi kepentingan terbaik bagi anak melalui penciptaan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS),” pungkas Lenny.

Adapun penerapan pengembangan RASS di kawasan sekolah harus memperhatikan indikator: (1) infrastruktur, yaitu: adanya Zona aman selamat (ZOSS), Trotoar ramah anak, Jembatan Penyeberangan Orang, Pita Kejut, Rambu Perlambat Kecepatan, Rekayasa Lalu Lintas. (2) SDM, yaitu Petugas rekayasa lalu lintas saat ke/dari Sekolah, pemetaan RASS oleh murid sekolah, dan membentuk Keluarga 2P (Pelopor dan Pelapor) di setiap sekolah serta Forum Anak Daerah sebagai 2P Aman dan Selamat di Jalan .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Pelecehan Kembali Terjadi di Kereta, Psikolog: Stop Salahkan Korban

Aksi Pelecehan Kembali Terjadi di Kereta, Psikolog: Stop Salahkan Korban

Health | Kamis, 25 April 2019 | 13:35 WIB

Menteri Yohana Kecam Pelaku Penganiayaan Audrey

Menteri Yohana Kecam Pelaku Penganiayaan Audrey

Health | Rabu, 10 April 2019 | 13:54 WIB

Jadi Ancaman Nasional, 340 Ribu Anak Perempuan Menikah di Bawah 18 Tahun

Jadi Ancaman Nasional, 340 Ribu Anak Perempuan Menikah di Bawah 18 Tahun

Health | Jum'at, 08 Maret 2019 | 14:32 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB