TB Resisten Obat Jadi Ancaman Global, Ini Dampaknya pada Dunia

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2019 | 13:18 WIB
TB Resisten Obat Jadi Ancaman Global, Ini Dampaknya pada Dunia
Ilustrasi: Tuberkulosis alias TB resisten obat jadi ancaman global. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), mengungkapkan tentang kebutuhan mendesak akan adanya aksi global guna mengatasi meningkatnya ancaman TB resisten obat atau TB RO.

Pada 2017, TB resisten obat menginfeksi lebih dari 550.000 orang, dengan kasus terjadi di hampir setiap negara secara global dan telah merenggut 230.000 jiwa.

Sebagai perbandingan, wabah Ebola yang terjadi di Afrika Barat – yang menarik perhatian dan investasi internasional secara signifikan – memiliki tingkat kematian serupa dan merenggut nyawa sekitar 11.000 orang selama periode tiga tahun (2014 sampai 2016).

Walaupun pilihan pengobatan yang efektif sudah ada, tetapi tiga dari setiap empat orang dengan TB resisten obat masih belum terdiagnosis dan terobati. Akibatnya, masing-masing orang dapat menularkan TB resisten obat hingga ke 15 orang lainnya dalam jangka waktu satu tahun.

Indonesia sendiri dianggap memiliki prevalensi tuberkulosis TB resisten obat yang tinggi.

Berdasarkan WHO Global Report 2018, Indonesia berada di peringkat tiga teratas di dunia dalam jumlah kasus TB secara umum dan menduduki ranking ketujuh untuk kasus TB resisten obat.

Lebih lanjut, National TB Program (NTP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan, ada sekitar 23.000 pasien TB RO atau resisten obat, dimana hanya 4.400 diantaranya yang memiliki akses ke pengobatan. Dan sebagian besar orang yang terkena dampak merupakan mereka yang berada pada kelompok usia produktif. Dampak penyakit ini, tidak hanya akan terbatas pada kesehatan mereka, tetapi juga status sosial dan ekonomi mereka.

Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

Di luar dampaknya yang menghancurkan kehidupan manusia dan menjadi ancaman keamanan kesehatan global, TB resisten obat juga sangat merugikan secara ekonomi.

Analisis EIU yang baru-baru ini diterbitkan menunjukkan bahwa, berdasarkan tingkat insiden dan prevalensi saat ini, kematian akibat TB resisten obat dalam satu tahun diperkirakan menelan biaya ekonomi global setidaknya USD 17,8 miliar.

Angka ini mewakili hilangnya produk domestik bruto di masa depan – dalam hal paritas daya beli (purchasing power parity / PPP) – karena kematian akibat DR-TB secara global (misal 230.000 pada tahun 2017).

Selain itu, dalam satu tahun, TB resisten obat menyebabkan kerugian setidaknya USD 3 miliar dalam hal paritas daya beli karena absen kerja di sekitar 100 negara yang datanya tersedia.

Yang mengkhawatirkan, laporan tersebut menyatakan bahwa hal tersebut merupakan estimasi konservatif dan tidak memasukkan dampak ekonomi setiap tahun akibat absen kerja dari sekitar 400.000 orang dengan DR-TB yang tidak terdiagnosis dan terobati, atau diperkirakan hampir 70.000 kematian akibat DR-TB yang tidak terdokumentasi.

"Laporan EIU tersebut selayaknya meningkatkan kekhawatiran terhadap DR-TB. Jika penyakit ini terus dibiarkan tidak terkendali, kerusakan pada kehidupan manusia dan perekonomian dapat sangat merugikan. Mengaktifkan isu terkait penyakit ini mengharuskan kita untuk bertindak segera. Dengan bekerja sama melalui cara-cara baru dan dengan tingkat urgensi yang nyata, kita dapat mengakhiri ancaman yang mematikan yang ditularkan melalui udara ini," ungkap Jaak Peeters, Global Head, Johnson & Johnson Global Public Health, Janssen-Cilag GmbH.

Diperkirakan butuh dana sampai USD 9 miliar dolar untuk melalukan penelitian dan pengembangan pada tahun 2020 yang dipergunakan untuk mengembangkan obat-obatan, diagnostik, dan vaksin baru TB resisten obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertukar Gelas dengan Penderita TB, Mungkinkah Langsung Tertular?

Bertukar Gelas dengan Penderita TB, Mungkinkah Langsung Tertular?

Health | Jum'at, 24 Maret 2017 | 21:18 WIB

Penderita Tuberkulosis Bisa Sembuh Asal Minum Obat Teratur

Penderita Tuberkulosis Bisa Sembuh Asal Minum Obat Teratur

Health | Kamis, 24 Maret 2016 | 08:32 WIB

Obat Baru Untuk TB Resisten Segera Diuji Coba di Indonesia

Obat Baru Untuk TB Resisten Segera Diuji Coba di Indonesia

Health | Kamis, 02 April 2015 | 19:14 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB