Lima Tanda Anda Alami Gangguan Makan

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 19 Mei 2019 | 14:01 WIB
Lima Tanda Anda Alami Gangguan Makan
Ilustrasi dampak gangguan makan. [Shutterstock]

Suara.com - Gangguan makan adalah kondisi serius yang dikaitkan dengan perilaku makan yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan, emosi dan kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Sebagian besar gangguan makan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan sementara beberapa dapat melakukan sebaliknya terhadap tubuh Anda. Remaja dan dewasa muda lebih mungkin mengembangkan gangguan makan dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry, diidentifikasi bahwa ibu dengan riwayat gangguan makan sebelum atau selama kehamilan lebih mungkin untuk mengalami gejala depresi.

Terlepas dari ini, stres, riwayat keluarga dan kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dapat menjadi faktor risiko utama gangguan makan.

Nah, berikut adalah tanda dan gejala yang perlu Anda ketahui untuk mengidentifikasi kondisi ini pada tahap awal yang akan membantu Anda mengatasinya, seperti yang dilansir The Health Site.

1. Fokuskan pada kalori yang terlalu banyak

Anda mungkin tahu bahwa kalori memainkan peran penting dalam kenaikan berat bada Anda. etapi terlalu terobsesi dengan asupan kalori dapat membuat Anda berisiko mengalami kelainan makan.

2. Diet meskipun memiliki berat badan rendah

Pola hidup sehat lewat diet di 2019. (Shutterstock)
Ilustrasi diet. (Shutterstock)

Jika Anda terlalu terobsesi dengan diet, bahkan ketika BMI Anda mengungkapkan bahwa Anda kekurangan berat badan, itu bisa menjadi tanda gangguan makan.

3. Fluktuasi berat badan Anda

Jika Anda mengalami penurunan berat badan mendadak atau kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda menderita kelainan makan.

4. Depresi

Ketika Anda mengalami depresi, Anda cenderung makan berlebihan atau menghindari makan sepenuhnya. Kedua skenario ini dikaitkan dengan gangguan makan.

5. Mengikuti ritual makan

Jika Anda cenderung mengikuti ritual untuk setiap makan, maka itu bisa menjadi tanda bahwa Anda menderita kelainan makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taylor Swift Diduga Alami Parasomnia, Kerap Makan saat Tidur

Taylor Swift Diduga Alami Parasomnia, Kerap Makan saat Tidur

Health | Minggu, 19 Mei 2019 | 12:59 WIB

Lana Condor Bicara soal Body Image, Ini Pesan Inspiratifnya

Lana Condor Bicara soal Body Image, Ini Pesan Inspiratifnya

Lifestyle | Minggu, 10 Maret 2019 | 07:43 WIB

Viral Gadis Makan Sabun Mandi, Yuk Kenali Tanda Penderita Eating Disorders

Viral Gadis Makan Sabun Mandi, Yuk Kenali Tanda Penderita Eating Disorders

Health | Rabu, 13 Februari 2019 | 11:17 WIB

Hamil Selamatkan Perempuan Ini dari Penyakit Anoreksia

Hamil Selamatkan Perempuan Ini dari Penyakit Anoreksia

Lifestyle | Jum'at, 11 Januari 2019 | 07:25 WIB

Idap Anoreksia, Bobot Kristina Hanya 17 Kg

Idap Anoreksia, Bobot Kristina Hanya 17 Kg

Health | Kamis, 20 September 2018 | 15:14 WIB

Ini Cara Otak Perempuan Bulimia Ketika Merespon Makanan

Ini Cara Otak Perempuan Bulimia Ketika Merespon Makanan

Health | Selasa, 11 Juli 2017 | 16:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB